Rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dioperasikan pada rute kereta rel listrik (KRL) Tanjung Priok-Jakarta Kota. Sejumlah penumpang rute Pink Line ini terkesan oleh Commuter Line Basoetta.
detikcom menjajal Kereta Bandara Soetta yang mulai hari ini, Kamis (10/9/2026), dioperasikan sementara di rute Jakarta Kota-Tanjung Priok. Pantauan detikcom, pengguna KRL tampak antusias dengan hadirnya kereta bandara yang dioperasikan untuk KRL lintas Kota-Tanjung Priok.
Pada pukul 13.12 WIB, terlihat para penumpang nyaman menggunakan fasilitas kursi di kereta bandara. Mereka tampak nyaman duduk bersandar dan tidak perlu berdiri dalam kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada siang ini, terpantau ada sejumlah kursi yang kosong. Posisi duduk pada rangkaian kereta bandara ini dibuat searah menghadap depan atau belakang, berbeda dengan kursi KRL yang posisi duduknya menghadap pintu kereta.
Dalam kereta pun disediakan tempat penyimpanan atas seperti kereta KRL pada umumnya, hanya saja lebih rata dan minimalis. Di dalam kereta bandara ini juga difasilitasi 2 penyimpanan kabin ekstra-besar yang berada di sebelah pintu kereta pada setiap gerbongnya.
Kursi Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dibuat searah menghadap perjalanan kereta. Berbeda dengan kursi KRL yang berada di sisi jendela dan pintu rangkaian kereta. (M Syahid A/detikcom)
Selain itu, kereta bandara dilengkapi toilet. Perjalanan kereta Bandara Soetta ini terasa lebih halus (smooth) karena minim guncangan sehingga perjalanan terasa nyaman.
"Rasanya nyaman aja. Beda sama dari yang kereta lain," kata seorang penumpang bernama Fitri (37), yang pergi bersama putranya.
Hal senada disampaikan Liu (17), yang mengatakan pengalaman naik kereta Bandara Soetta sangat berbeda dengan kereta Commuter Line yang biasa. "Lebih baik daripada kereta sebelumnya," katanya.
Pink Line Dapat Operan Kereta Bandara
Sebelumnya diberitakan, perjalanan KRL rute Priok-Kota mendapat operan kereta Bandara Soetta. Penumpang lintas Priok pun dapat merasakan fasilitas kereta kelas eksekutif yang biasanya bertarif Rp 10-70 ribu.
Namun, KCI memastikan layanan, tarif, dan jadwal tidak ada perubahan dan tetap diberlakukan seperti layanan saat menggunakan rangkaian KRL.
Sejumlah pengguna KRL lintas Tanjung Priok-Jakarta Kota (Pink Line) ramai membagikan pengalaman perjalanan menggunakan kereta Bandara Soetta. Di antara mereka ada yang senang karena fasilitas interior kereta, sebagian ada yang bercerita soal sempitnya ruang gerbong.
Di sisi lain, perjalanan Commuter Line Basoetta pun mengalami penyesuaian jadwal layanan sementara waktu karena rangkaian kereta Bandara 'dioper' ke Pink Line.
"Mulai Kamis, 10 September 2026, jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Area penyimpanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) juga beda dengan KRL (M Syahid A/detikcom)
KRL Bogor Tambah Perjalanan
Sementara itu, perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota mendapatkan penambahan 13 perjalanan per hari ini. Lintas Bogor (Bogor Line) mendapat tambahan kereta dari Commuter Line di lintas Tanjung Priok.
"Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan," kata Karina.
KCI terus melakukan evaluasi atas pola operasi perjalanan Commuter Line Bogor sejak penyesuaian perjalanan pada Senin (7/9). KCI menjelaskan, penambahan ini merupakan hasil evaluasi atas kepadatan pengguna yang terjadi imbas penyesuaian 17 perjalanan Commuter Line Bogor.
Saksikan Live DetikSore:
Simak juga Video 'Pria Nekat Loncat ke Rel saat KRL Masuk Stasiun Tanah Abang':
(jbr/dhn)


















































