Bogor -
Seorang pria ditemukan tewas dalam kamar kontrakannya di Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Jasad korban dievakuasi dari lantai dua menggunakan tangga oleh tim pemadam kebakaran (damkar).
"Telah ditemukan mayat laki laki di dalam kontrakan, waktu temuan hari ini kurang lebih pukul 13.00 WIB. Identitas mayat berinisial ODY, umur 48 tahun," kata Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman, Selasa (10/2/2026).
Wagiman menyebutkan jasad korban ditemukan ketika dua tetangganya mencari sumber bau tidak sedap di kamar kontrakan. Kedua tetangga kemudian menemukan jasad korban sudah tergeletak, dengan kondisi badan yang sudah membengkak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah menerima informasi adanya orang yang meninggal, kemudian anggota Polsek Sukaraja menghubungi Pamapta Polres dan bersama-sama menandatangani dan melakukan olah TKP," kata Wagiman.
"Hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kemudian, mayat dievakuasi dan sekarang dibawa ke rumah sakit Polri untuk dilakukan pemeriksaan," imbuhnya.
Wagiman menambahkan, korban selama ini tinggal seorang diri di dalam kontrakan. Ia memastikan tidak ada barang milik korban terkait kejadian tersebut.
"Untuk penyebab kematian menunggu hasil pemeriksaan dokter. Korban tinggal sendirian di kontrakan, hasil pemeriksaan sementara ini nggak ada barang (milik korban) yang hilang," imbuhnya.
Evakuasi Berjalan Dramatis
Rekaman video momen proses evakuasi jasad korban sempat beredar di media sosial. Proses evakuasi jasad korban berjalan dramatis dan disaksikan warga.
Dalam video dilihat detikcom, jasad korban yang sudah dimasukkan ke kantong mayat diturunkan dari kamar kontrakan yang berada di lantai dua. Proses evakuasi melibatkan tim pemadam kebakaran, TNI, dan kepolisian.
Jasad korban tampak diikat tali dan dikaitkan ke tangga besi hingga sempat bergelantungan. Dengan hati-hati, jasad korban diturunkan dari lantai dua dan dimasukkan ke ambulans.
"Damkar menerima laporan dari Polsek Sukaraja bahwa terdapat penemuan mayat di lantai dua ruko. Dikarenakan kondisi korban yang sudah membengkak, juga akses tangga yang sempit, yang tidak memungkinkan untuk mengevakuasi secara manual sehingga evakuasi dilakukan dengan teknik vertikal," kata Kepala Dinas Damkar Yudi Santosa dihubungi terpisah.
"Evakuasi dapat dilaksanakan korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati," imbuhnya.
(sol/isa)

















































