'Mak Jangan Nangis', Lemasnya Warga Gambir Jakpus Tahu Rumahnya Terbakar

4 hours ago 2
Jakarta -

Kebakaran melanda permukiman warga di kawasan Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). Kebakaran tersebut melanda 114 rumah, membuat sejumlah warga tak bisa lagi bernaung.

Salah satunya ada warga bernama Deka yang pada saat kebakaran terjadi sedang pergi ke TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Pada saat kejadian, Deka langsung mendapat telepon dari ibunya.

"'Mak ngomong yang bener, jangan nangis dulu, Mak. Yang bener ngomong, Mak.' 'Kebakaran, Batuceper, rumah habis, ludes sama sekali nggak ada kesisa. Baju nggak kebawa'," kata Deka menirukan percakapan telepon dengan ibunya di lokasi kejadian, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deka dan keluarga pun langsung pulang saat mengetahui kebakaran terjadi. Dalam perjalanan, dia sempat meminta kendaraan lain untuk memberi jalan untuk kendaraannya lewat.

"Sampe di Harmoni (Jakpus), saya keluar dari TPU saya di Harmoni kan merah kan suka lama ya? Saya turun. Adek ipar saya yang bawa mobil turun. Jadi laki saya yang nyetir, saya turun di jalan. Saya minta tolong biar mobil saya tuh lewat dulu gitu. Saya mau minta berhenti. 'Tolong dong pinggir, pinggir, pinggir. Saya lewat dulu lewat. Rumah saya kebakaran'," katanya.

Pada saat sampai di rumahnya, Deka langsung lemas melihat kondisi rumah. Deka sampai tak bisa berkata-kata pada saat melihat pertama kali kondisi rumahnya.

"Alhamdulillah dikasih jalan sih. Walaupun lampunya merah saya bablasin, 'Udah lewat lewat lewat,' sampe nggak bisa ngomong. Rumah saya kebakaran. Tapi pas dari seberang situ tuh yang Tanah Abang itu udah lihat api. Udah kelihatan hitam. Sampe sini, aduh, udah lemes," katanya.

Deka tak sempat menyelamatkan dokumen-dokumen penting keluarga. Deka hanya sempat membawa KTP yang dibawa bersama dompetnya.

"KTP saya aja cuma bawa dompet warung yang biasa saya jualan. Biasanya kan saya bawa dompet. Kalau dompet ini doang. Kartu BPJS semua nggak kebawa, buku nikah," katanya.

Selain Deka, ada juga Upi yang menjadi korban terdampak kebakaran tersebut. Upi menceritakan detik-detik kebakaran tersebut.

"Ada asap besar. Tetangga udah menteriak, 'Ayo,' katanya, 'Keluar, keluar! Asapnya udah ngebul,' gitu. Jadi saya juga panik di dalam. Saya buru-buru ngungsiin cucu saya dulu, saya pegang. Apa yang saya penting, surat-surat penting aja saya bawa," cerita Upi.

"Udah, saya nggak bawa apa-apa. Saya ingat lagi cucu, saya punya turunan yang bayi. Udah pada keluar semua itu. Udah api makin besar. Semua warga udah pada keluar. Sebabnya apinya merembet terus gitu," kata Upi ditemui di lokasi kebakaran," imbuhnya.

Kini, rumah Upi hanya tinggal separuh yang tersisa imbas kebakaran. Upi dan keluarganya selamat dan tidak mengalami luka.

"Kalau rumah dari saya mah tinggal separo-separo. Tetangga saya habis semua," kata Upi.

"(Keluarga) selamat, alhamdulillah," sambungnya.

Seperti diketahui, kebakaran melanda permukiman warga di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Sebanyak 114 rumah terdampak dari kejadian tersebut.

Berdasarkan papan informasi yang dilihat detikcom di lokasi, Senin (31/8) pukul 18.00, terdapat 114 rumah yang terdampak dari kejadian tersebut. Selain itu, 880 jiwa dari 310 kartu keluarga (KK) terdampak dari kebakaran.

Kebakaran dilaporkan warga kepada damkar pada pukul 13.40 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB.

Petugas dapat mengendalikan api untuk menekan terjadinya perambatan ke objek yang lebih luas. Proses pemadaman dalam status kuning ini dilaporkan per pukul 16.17 WIB.

"Status kebakaran, proses pemadaman. (Api) sudah dapat dilokalisir," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakpus, Triyanto.

Simak Video 'Kesaksian Warga saat Permukiman Gambir Kebakaran: Api Ngerembet Terus':

(rfs/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |