Kunjungi SMPN 1 Pandeglang, Mentrans Dorong Siswa Aktif Ikut Organisasi

3 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong para siswa SMPN 1 Pandeglang aktif mengikuti organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat melatih kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab sejak usia sekolah.

Di hadapan ratusan siswa dan guru, Iftitah mengenang SMPN 1 Pandeglang sebagai salah satu tempat yang membentuk karakter dan perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Transmigrasi.

Semasa bersekolah, Iftitah aktif dalam OSIS dan Pramuka. Pengalaman memimpin, menyusun kegiatan, bekerja bersama teman, dan mempertanggungjawabkan keputusan menjadi bekal penting dalam pendidikan, pekerjaan, serta pengabdiannya kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengalaman di organisasi OSIS dan Pramuka cukup membekali kehidupan saya selanjutnya. Libatkan diri dalam organisasi untuk membangun karakter," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, manfaat berorganisasi tidak hanya diperoleh ketika seseorang menjadi pengurus. Proses merancang kegiatan, menghadapi masalah, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan tanggung jawab akan menjadi bekal yang berguna dalam kehidupan.

Oleh karena itu, ia mengajak para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadikan sekolah sebagai tempat memperluas wawasan, memelihara rasa ingin tahu, menemukan minat, serta membentuk karakter.

"Kembangkan rasa ikhlas dalam belajar dan bekerja. Yang saya maksud dengan ikhlas adalah datang ke sekolah bukan sekadar untuk mencari nilai, tetapi untuk menuntut ilmu," jelas Iftitah.

Dia juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau penghargaan. Menjadi pemimpin berarti bersedia memikul tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi orang lain.

"Jadi Ketua OSIS itu tidak selalu enak karena harus mengemban tanggung jawab. Tetapi ikutlah OSIS dan berbagai kegiatan sekolah. Beranilah mengambil peran," tegasnya.

Sebagai wujud terima kasih kepada almamater sekaligus dukungan terhadap pengembangan karakter siswa, Iftitah memberikan bantuan dari dana pribadi masing-masing sebesar Rp10 juta kepada OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), kegiatan kesenian, dan klub bola basket SMPN 1 Pandeglang.

Dia juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta untuk mendukung operasional perpustakaan serta Rp100 juta untuk musala sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi siswa untuk belajar, berorganisasi, berolahraga, berkesenian, beribadah, dan mengembangkan kepedulian sosial.

Selain itu, Iftitah berkomitmen merenovasi ruang OSIS yang dahulu digunakannya sebagai tempat berkegiatan dan menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua OSIS. Renovasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang yang lebih layak bagi para siswa untuk berdiskusi, merancang kegiatan, dan belajar memimpin.

Melalui Iftitah Foundation, ia juga akan memberikan dukungan operasional kepada OSIS sebesar Rp1 juta setiap bulan, mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2030. Sebagian dukungan tersebut akan dialokasikan sebagai bentuk apresiasi kepada Ketua OSIS atas tanggung jawab kepemimpinan yang dijalankannya.

Periode hingga 2030 merupakan tahap awal pelaksanaan program. Setelah itu, program akan dievaluasi untuk melihat manfaat, efektivitas, dan kemungkinan keberlanjutannya. Kepala SMPN 1 Pandeglang, Ruli Purnama, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Iftitah terhadap pengembangan kegiatan siswa di luar pembelajaran akademik.

"Alhamdulillah, Pak Menteri. Kami selaku pihak sekolah sangat bangga dan berterima kasih. Ini merupakan hal yang luar biasa, khususnya dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Saya berharap anak-anak dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup Pak Menteri," tutur Ruli.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Menteri Iftitah untuk pulang dan menyampaikan terima kasih kepada sekolah yang turut membentuk dirinya. Ia sekaligus mengingatkan para siswa bahwa titik awal tidak menentukan seberapa jauh seseorang dapat melangkah.

Melalui pendidikan di ruang kelas dan pengalaman berorganisasi, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, percaya diri, peduli terhadap sesama, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |