Jakarta, CNBC Indonesia - Momen Lebaran identik dengan silaturahmi dan kumpul keluarga besar. Namun, bagi sebagian orang, terutama pasangan yang baru menikah atau sudah lama menikah namun belum memiliki anak, momen ini bisa menjadi situasi yang tidak nyaman.
Pertanyaan seperti "Kapan punya anak?" sering kali muncul, bahkan disusul dengan komentar-komentar pribadi yang tak jarang terasa menyudutkan. Jika kamu salah satu yang kerap menjadi sasaran, ada beberapa cara untuk menghadapi situasi ini tanpa harus merasa tertekan.
1. Alihkan Topik dengan Santai
Jika tidak ingin membahasnya, mengalihkan topik bisa jadi pilihan bijak. Lakukan dengan santai agar suasananya tetap nyaman.
Contoh respons:
"Belum tahu juga, eh ngomong-ngomong, gimana kabar kerjaanmu sekarang?"
"Hmm, kapan ya? Aku juga tidak tahu."
"Hmm... bisa jadi rahasia negara nih!"
"Topiknya rada rumit, yuk ngobrolin yang lain aja."
2. Sampaikan Batasan Secara Tegas
Jika ingin bersikap lebih langsung, tidak ada salahnya menetapkan batas dengan sopan.
"Aku lebih nyaman kalau topik ini nggak dibahas ya."
"Itu hal yang cukup personal, jadi aku belum siap cerita."
"Saya harap kamu bisa menghargai kalau saya tidak ingin membahas itu sekarang."
3. Tidak Menjawab Pun Adalah Jawaban
Tersenyum, diam, atau bahkan berpura-pura tidak mendengar juga bisa jadi strategi. Dengan begitu, kamu tetap menjaga suasana tanpa harus menjelaskan hal yang sangat pribadi.
4. Saatnya Pergi Jika Situasi Tidak Nyaman
Jika lawan bicara terus mendesak atau memberikan komentar yang tidak menyenangkan sampai mengulik alasan, kamu berhak mengakhiri percakapan. Bahkan, meninggalkan situasi tersebut bisa menjadi pilihan terbaik.
Contoh kalimat tegas:
"Saya benar-benar tidak ingin membahas ini."
"Saya sudah bilang sebelumnya, ini bukan hal yang nyaman untuk saya bicarakan."
"Tolong mengerti, saya tidak nyaman membahas hal ini sekarang."
"Kalau kamu terus menanyakan ini, saya rasa saya perlu pamit dulu."
Ingat! Tidak ada yang salah dengan membatasi obrolan yang menyentuh ranah pribadi. Kamu tidak perlu merasa bersalah karena memilih untuk menjaga privasi. Lebaran seharusnya jadi momen tenang dan senang, bukan beban karena pertanyaan yang tak mengenal batas.
(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bangga Produk Lokal, Fesyen Indonesia Mendunia
Next Article Kapan Hari Raya Idulfitri (Lebaran) Tahun 2025 Versi Pemerintah?