Korban Trump: Harga Emas Jeblok, Jadi Barter Tutupi Kerugian Bandar

17 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas nyaris kembali ke level US$2.900 per troy ons. Harga emas akhirnya turun usai mencapai rekor tertinggi baru usai para pelaku pasar melakukan aksi penjualan.

Pada perdagangan Rabu (3/4/2025), harga emas dunia di pasar spot merosot 0,66% di level US$3.112,83 per troy ons. Pelemahan terjadi usai harga emas mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di level US$3.167,57 per troy ons. Dalam perdagangan intraday emas pun turun menyentuh level terendah di US$3.053,87 atau penurunannya sempat terjadi lebih dari 2%.

Pada perdagangan hari ini Jumat (4/4/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,01% di posisi US$3.112,7 per troy ons.

Harga emas melemah lebih sedikit pada perdagangan Kamis usai jatuh lebih dari 2% dari rekor tertinggi sepanjang masa. Harga emas anjlok usai aksi jual pasar yang meningkat yang dipicu oleh tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjangkiti pedagang emas batangan.

Para pelaku pasar mengaitkan penurunan tersebut dengan beberapa aksi ambil untung dan margin call di kelas aset lain yang kemungkinan mendorong investor menjual sebagian kepemilikan emas mereka untuk menutupi kerugian.

"Saat pasar melakukan aksi jual karena tekanan deleveraging, pasar mencari peluang pembelian saat terjadi penurunan," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, kepada Reuters.

"Orang-orang menjual posisi yang menguntungkan untuk menutupi margin tersebut, tetapi saya pikir dalam jangka panjang mereka akan terus mencari tempat berlindung yang aman dan emas tentu saja termasuk di antaranya." imbuhnya.

Tarif Trump mendorong penurunan tajam di pasar keuangan karena kekhawatiran bahwa tarif tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun, lintasan emas secara keseluruhan tampak utuh, dengan tempat berlindung yang aman telah melonjak lebih dari US$500 per troy ons di sepanjang tahun ini.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, menyebut pergerakan emas sebagai penarikan kembali atau retracement dalam tren menyamping menuju yang lebih tinggi.

Bank sentral diharapkan membantu mempertahankan reli emas tahun ini dengan pembelian yang ditujukan untuk lebih mendiversifikasi cadangan dari dolar karena risiko yang berasal dari kebijakan Trump.

Namun, meskipun momentum reli dapat mendorong harga lebih tinggi pada semester pertama, campuran faktor pasar fisik dan finansial dapat menekan emas pada akhir tahun 2025, menurut catatan HSBC, yang memperkirakan harga akan mencapai rata-rata US$3.015 per troy ons.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |