Ketua KPK Sentil Kepala Daerah: Jangan Posisikan Diri Minta Dipuja-Disembah

5 hours ago 2

Jakarta -

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyentil kepala daerah. Dia mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab, bukan memosisikan diri meminta dipuja hingga disembah.

Hal itu disampaikan Setyo setelah melakukan rapat kolaborasi pencegahan korupsi bersama Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Setyo awalnya menyebutkan pemerintah daerah yang mengedepankan kekuasaan akan berpotensi muncul penyelewengan.

"Karena kalau sudah faktor kekuasaan yang dikedepankan, maka nanti menjadi kewenangan kekuasaan dan bisa menimbulkan penyalahgunaan dari berbagai macam gitu," kata Setyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setyo menyebutkan seharusnya kepala daerah tidak menempatkan dirinya secara eksklusif. Dia mengatakan pemimpin daerah tidak boleh selalu minta dihargai bahkan dipuja-puja.

"Itu (pemimpin daerah) harus juga menjadi masyarakat juga. Bukan memosisikan secara eksklusif gitu, apa-apa minta misalkan mohon maaf dilayani, dihargai, bahkan mungkin dipuja, disembah, dan lain-lain itu juga sudah bukan waktunya lagi gitu," ucapnya.

Setyo menilai pemimpin daerah seharusnya berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Dia mengatakan masyarakat bisa tidak percaya ke kepala daerah jika kesejahteraan tidak tercapai.

"Segala sesuatunya orientasinya adalah pada pembangunan dan kesejahteraan kepada masyarakat. Nah, kalau sudah ini terjadi maka yang akan dikhawatirkan timbulnya adalah sebuah krisis kepercayaan ya," sebutnya.

"Banyak hal masyarakat kemudian tidak percaya lagi dengan kepala daerahnya, apalagi kemudian kepala daerahnya meninggalkan tempat, meninggalkan tempatnya juga cukup lama gitu," tambah dia.

Setyo menyoroti daerah yang pimpinannya tidak akur. Hal itu disayangkan Setyo karena bisa berdampak ke masyarakat.

"Saya mendapatkan banyak informasi ada kepala daerah yang kemudian tidak harmonis dengan wakilnya dengan berbagai macam alasan, dengan berbagai macam sumber-sumber penyebabnya mungkin diawali dengan friksi sampai kemudian konflik," sebutnya.

(ial/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |