Jakarta -
Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (KemenImipas) menargetkan pembangunan dapur sehat di 200 titik lapas dan rutan sebagai tempat untuk memasak program makan bergizi gratis (MBG). Dapur sehat itu nantinya akan mempekerjakan narapidana yang telah terlatih dan bersertifikat.
Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan rencana tersebut merupakan salah satu dari 15 program kerja yang dicanangkan KemenImipas pada tahun 2026.
"Sembilan, pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan yang tersertifikasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," kata Agus dikutip dari siaran langsung di akun YouTube KemenImipas, Senin (5/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya telah mengkaji sejumlah lapas dan rutan yang akan digunakan untuk pembangunan dapur sehat. Meski begitu, dia belum membeberkan lokasi pembangunan tersebut.
"Tadi Pak Dirjen melaporkan kepada saya ada 200 lebih titik yang bisa kita kerjakan, dan 50 yang tahap pertama," ujarnya.
Agus berharap program dapur sehat tak hanya diikuti oleh warga binaan, tetapi juga oleh para pegawai di KemenImipas. Dia menilai program ini dapat dijadikan peluang dan dapat menghasilkan profit jika dikelola dengan baik.
"Syukur-syukur rekan-rekan mampu untuk menggerakkan masyarakat sekitar untuk bisa memenuhi kebutuhan daripada SPPG yang nanti akan dibangun di lapas dan rutan yang ada di 200 titik yang sudah disampaikan oleh pihak BGN," imbuhnya.
Sebelumnya, KemenImipas menjadikan dapur Lapas Sukamiskin, Bandung, sebagai tempat untuk memasak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para narapidana (napi) pun memasak 3.444 porsi makanan untuk dibagikan ke sekolah sekitar lapas.
"Dapur ini merupakan pilot project pemanfaatan fasilitas pemasyarakatan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis--yang memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 12 sekolah dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin--tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal bagi warga binaan di Lapas Sukamiskin itu sendiri," jelas Menteri Agus, Sabtu (14/6/2025) lalu.
Saat ini, terdapat 469 dapur di lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia yang telah memiliki sertifikat laik higienis. Selain itu, 754 warga binaan sudah tersertifikasi atau mengikuti pelatihan teknis penyelenggaraan makanan.
"Harapan kami ke depan, lapas dan rutan yang telah memenuhi standar tersebut dapat mendukung program makan bergizi gratis bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional di berbagai wilayah Indonesia," pungkas Agus.
(whn/whn)
















































