Silaturahmi Ramadan ke Jabar, Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan

7 hours ago 5

Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi Ramadan bersama ulama hingga tokoh masyarakat di Jawa Barat (Jabar). Dalam momen ini, Jenderal Sigit menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan.

Kegiatan ini digelar di Mapolda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan hingga para pimpinan ormas Islam di Jabar. Awalnya, Jenderal Sigit berbicara bahwa Indonesia tengah menghadapi situasi global yang sedang tidak baik-baik saja.

"Yang saya hormati bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, tentunya di satu sisi juga kita sama-sama tahu bahwa kita sedang menghadapi situasi yang sedang tidak baik-baik saja, khususnya karena situasi global yang tentunya implikasinya bisa berdampak terhadap situasi dalam negeri," kata Kapolri dalam sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit menyebut dampak dari situasi global yang sedang tidak baik-baik itu harus dihadapi bersama. Dia tidak ingin keadaan dunia ini mengganggu cita-cita bangsa Indonesia.

"Tentunya itulah yang kemudian harus kita hadapi bersama. Karena tidak mungkin kita membiarkan itu semuanya terjadi dan kemudian itu mengganggu apa yang menjadi cita-cita bangsa ini, menjadi tujuan nasional ya. Namun keniscayaan terjadi, eskalasi tidak semakin mengecil namun semakin membesar," ucapnya.

Kemudian, Kapolri menyinggung terkait peristiwa di Gaza, Palestina. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah berperan untuk ikut mendamaikan konflik di Gaza agar tercipta kemerdekaan bagi Palestina.

"Namun dalam perjalanannya kita melihat bahwa eskalasi ternyata tidak hanya ada di sekitar Gaza, namun kemudian berkembang sampai ke Iran dan kemudian terjadi balas-membalas dan akhirnya muncul di beberapa wilayah di Timur Tengah yang kemudian ini juga menimbulkan eskalasi yang sangat luar biasa," ujarnya.

Menurut Kapolri, peristiwa saling balas serangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel sangat berdampak bagi dunia. Salah satunya yaitu harga minyak yang perlahan meningkat.

"Perdagangan minyak yang selama ini melewati Selat Hormuz tiba-tiba terdampak, sehingga kemudian ini juga mengakibatkan guncangan termasuk juga di negara-negara yang memang selama ini mengandalkan dari impor minyak," kata Kapolri.

"Tentunya ini juga yang harus kita waspadai. Tentunya pemerintah berusaha untuk kemudian melakukan berbagai macam diplomasi agar peristiwa-peristiwa yang ada ini bisa segera berakhir," tambahnya.

Oleh sebab itu, Jenderal Sigit memastikan jika pemerintah terus berusaha agar dampak dari perang itu tidak terlalu besar bagi Indonesia. Dia juga mengajak seluruh masyarakat agar bersatu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi perkembangan dunia.

"Dengan kondisi yang ada tentunya kita juga harus siap dan harus kemudian mempersiapkan diri untuk juga melakukan apa yang kita bisa dan itu semua bisa terjadi kalau kita semua bersatu menghadapi satu musuh bersama," ucapnya.

Kapolri menyinggung kondisi di mana Indonesia terserang wabah COVID-19. Saat itu, kata dia, pemerintah dan masyarakat bersatu gotong royong untuk keluar dari masalah pandemi Corona.

"Kita pernah ingat di zaman COVID semua negara mengalami hal yang sama. Namun pada saat itu kita bersatu, masyarakat, ulama, pengusaha, aparat, pemerintah, semua bersatu, gotong royong, masalah bisa selesai," ujar Kapolri.

"Ekonomi Indonesia pernah mengalami kontraksi minus 2% kalau tidak salah waktu itu. Tapi dengan cepat kita bisa gotong royong sama-sama dan ekonomi bisa kita kembalikan pulih. Artinya itu akan bisa kita lakukan terhadap situasi yang saat ini kalau kita semua kompak," imbuhnya.

Simak juga Video 'Sedekah Digital: Crowdfunding & Filantropi Online':

(fas/hri)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |