Kemendagri Targetkan Bedah 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni Tahun Ini

5 hours ago 1

Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dalam mendukung program perumahan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengoordinasian usulan sasaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari seluruh daerah agar penyalurannya tepat sasaran.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan tahun ini pemerintah menargetkan BSPS menyasar 400.000 rumah tidak layak huni. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga tantangannya pun meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, kita mengoordinasikan daerah-daerah untuk memberikan usulan-usulan by name, by address, dan setelah itu nanti akan diverifikasi dengan data dari BPS (Badan Pusat Statistik)," ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media usai rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (6/7).

Selain BPS, usulan tersebut juga akan dicek oleh jajaran Kementerian PKP. Pasalnya, mereka memahami detail kriteria rumah yang layak mendapat bantuan.

Mekanisme serupa juga berlaku bagi usulan bedah rumah di daerah perbatasan. Tito menegaskan pemerintah menargetkan program tersebut menyasar 15.000 rumah tidak layak huni di daerah perbatasan.

"Sudah ada usulan lebih kurang 36 ribu (dari daerah perbatasan) dan sekarang dalam proses untuk diverifikasi, validasi oleh BPS dan nanti Kementerian PKP sama-sama bergerak (mengecek)," jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan untuk mempercepat capaian target BSPS, Kemendagri bersama Kementerian PKP dan BPS akan menggelar rapat koordinasi lanjutan.

Rapat tersebut akan melibatkan seluruh kepala daerah, perangkat daerah yang membidangi permukiman, inspektorat daerah, serta jajaran BPS kabupaten/kota.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses validasi data sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program.

"Supaya nanti paralel semuanya bergerak untuk percepat target 400 ribu rumah yang dibedah," kata Tito.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan terima kasih atas dukungan Tito dan Amalia yang banyak membantu pelaksanaan program perumahan.

Maruarar menyebutkan salah satu dukungan Tito yaitu membantu pihaknya berkoordinasi dengan para kepala daerah.

"Sehingga koordinasinya bisa efektif, komunikasinya juga bisa efektif supaya program ini juga berjalan baik," pungkasnya.

Simak juga Video 'Menteri PKP Bicara Target Program Bedah Rumah-Alokasi Rumah Subsidi':

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |