Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten sudah kebakaran selama sepekan. Petugas gabungan terus berjuang sekuat tenaga agar api lekas mati.
Belasan hektare luas area yang sempat terbakar di TPA Jatiwaringin sejak Selasa (30/6). Kerja keras petugas gabungan membuat luas area yang terbakar semakin berkurang.
Bupati Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran di TPA Jatiwaringin terhitung mulai tanggal 1-14 Juli 2026. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Senin (6/7/2026), peralatan pemadaman yang dikerahkan meliputi helikopter untuk water bombing dari BNPB, puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar), ekskavator, hingga alat injeksi air ke dalam timbunan sampah.
Berikut fakta-fakta terbaru sepekan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin:
1. Penambahan Heli Water Bombing
Hari ini ada penambahan pengerahan helikopter untuk water bombing. Total akan ada 4 helikopter yang dikerahkan.
Hari ini, ada 3 helikopter dikerahkan untuk water bombing. Nantinya akan ada 4 heli. (Andhika Prasetia/detikFoto)
"Rencananya memang akan dikerahkan, tambahan 2 heli water bombing lagi selain dari yang sudah beroperasi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari saat dihubungi detikcom, Senin (6/7).
Satu helikopter lainnya akan ikut proses pemadaman begitu sudah siap. Saat ini baru tiga helikopter yang terus melakukan proses pemadaman lewat udara.
"Tetapi yang baru bisa reposisi saat ini baru satu unit, sehingga total yang bekerja sampai sekarang baru 3 unit," ucap dia.
2. OMC Belum Bisa Dilakukan
Operasi modifikasi cuara (OMC) sempat menjadi bagian rencana pemadaman TPA Jatiwaringin. Saat ini, awan hujan belum ideal untuk OMC hujan buatan.
"OMC tergantung pertumbuhan awan hujan. Sampai sekarang kita koordinasi dengan BMKG. Seperti kita lihat saja, langit Jakarta belum ada awannya, masih sangat tipis, belum ideal untuk OMC," katanya.
Muhari mengatakan ada satu pesawat yang sudah disiagakan untuk OMC. Modifikasi hujan buatan akan dilakukan saat kondisi awan hujan yang ideal.
3. Kondisi Hari Ini
Hari ini api masih menyala di TPA Jatiwaringin. Proses pemadaman api terkendala bara api yang masih muncul dari tumpukan sampah.
"Kemungkinan karena cuaca atau mendukung dari sampahnya jadi menyebar luas. Api merembet dari dalam tumpukan sampah, ini sedang diurai juga pakai backhoe alat berat," kata petugas call center BPBD/Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang.
BNPB melaporkan area terbakar sekitar 15 hektare (ha) dari 33 ha luas total TPA Jatiwaringin. Pemadaman dilakukan dari darat dan udara.
Mobil Damkar Kabupaten Tangerang dengan dibantu Damkar Kota Tangerang, Damkar Tangerang Selatan, dan Damkar Banten dikerahkan ke lokasi kebakaran. Selain heli, turut dikerahkan sejumlah alat berat untuk menangani kebakaran.
4. Ratusan Warga Pulang, Belasan Ngungsi
Ratusan warga yang sempat mengungsi imbas kebakaran TPA Jatiwaringin sudah kembali ke rumah pada Minggu (5/7). Belasan orang masih bertahan di pengungsian.
"Sebanyak 232 jiwa tadi malam mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar, tadi pagi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sisa 15 orang," kata Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari.
Muhari menjelaskan 15 jiwa yang masih mengungsi lantaran rumah mereka paling dekat dengan lokasi kebakaran, sehingga rumahnya belum aman untuk ditempati. BNPB dan Pemkab Tangerang memastikan logistik kebutuhan bagi warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.
5. Waspadai Paparan Asap
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin. KLH menggunakan dua mobil pemantau kualitas udara dan tiga alat portabel.
TPA Jatiwaringin diKabupaten Tangerang, Banten sudah kebakaran selama sepekan. Petugas gabungan terus berjuang sekuat tenaga agar api lekas mati. (dok BNPB)
"Ya kami memantau (kualitas udara)," kata Dirjen Penegakkan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani saat dihubungi, Senin (6/6).
Ridho membeberkan hasil pemantauan kualitas udara di sana. Hasilnya, terjadi penurunan partikel polutan ukuran 2,5 mikrometer pada hari kelima kebakaran.
"Dibandingkan sejak hari kedua pada hari kelima, terjadi penurunan konsentrasi partikel yang berukuran 2,5 mikrometer, PM 2,5 di udara pada lokasi terbakar," katanya.
Meski ada penurunan partikel polusi, kualitas udara di beberapa titik masih tidak sehat. Dia mengimbau )masyarakat tak mendekat ke lokasi dan tetap menggunakan masker saat berkegiatan di luar.
Lihat juga Video 'Heroik! Petugas Damkar Terjang Titik Api di TPA Jatiwaringin':
(jbr/rfs)

















































