Ke Gresik, Gus Ipul Disambut Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat

5 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik dalam rangka 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden'.

Kedatangan Gus Ipul ke Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik disambut oleh penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, diantaranya seperti paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato empat bahasa (Inggris, Arab, Tagalog, dan Prancis).

Para siswa yang berpidato sangat percaya diri dan fasih menyampaikan pesan dalam masing-masing bahasa, suasana hening menandakan peserta terpukau pada penampilan siswa Sekolah Rakyat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan-penampilan siswa Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa potensi bisa muncul dari mana saja, bahkan dari anak-anak yang belum pernah terbawa dalam proses pembangunan.

"Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). Tidak boleh yang lain-lain," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

"Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena Sekolah Rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan," sambungnya.

Pada kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat menjadi miniatur dalam pengentasan kemiskinan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima penanganan utuh, tidak hanya anaknya yang mendapatkan layanan pendidikan namun, keluarganya jg mendapatkan program-program strategis Presiden RI Prabowo Subianto lainnya.

"Luar biasa sekolah rakyat ini nanti. Sekolah ini anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap, dapat PBI (Penerima Bantuan Iuran) satu keluarga, ya tentu mereka dapat program-program strategis presiden yang lain," ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan sasaran Sekolah Rakyat adalah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dia menambahkan DTSEN bersifat dinamis, setiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang menikah, dan berpindah tempat. Oleh karena itu, data ini perlu dimutakhirkan setiap saat.

"Jangan ada yang menganggap data ini statis," imbuh Gus Ipul.

Dengan demikian, Gus Ipul mengajak pemerintah daerah Kabupaten Gresik dalam hal ini pemerintah daerah, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk terus melakukan upaya pemutakhiran data.

Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, ingin memastikan seluruh warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan sosial, bisa dijangkau oleh program-program prioritas.

"Maka dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah BPS (Badan Pusat Statistik)," tegas Gus Ipul.

Pada kegiatan ini, Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua SRMA 37 Gresik, dengan total nilai bantuan Rp 391.853.366, penyerahan bantuan secara simbolis diwakili oleh 5 orang tua siswa.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya penyelarasan DTSEN, khususnya pada kelompok masyarakat Desil 1-4, melalui ground check bersama BPS, sehingga penetapan desil sesuai kondisi di lapangan.

"Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini. Kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu," kata Alif.

"Tidak hanya memandang masalah kemiskinan secara mikro. Tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat," pungkasnya.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |