Jakarta -
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memperkuat pemanfaatan teknologi dalam upaya pengendalian banjir. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan sistem CCTV yang terintegrasi dengan pusat data dan informasi pemerintah daerah untuk memantau kondisi banjir secara real-time.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin, mengatakan sistem tersebut saat ini telah terkoneksi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta sehingga dapat dimonitor melalui command center.
"Kami sekarang sudah mengembangkan CCTV yang terkoneksi dengan Diskominfotik, jadi kita bisa melihat di command center kami," kata Ika saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ika, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan saat Jakarta menghadapi ancaman banjir, terutama ketika status kewaspadaan meningkat. Ia menjelaskan data yang dihimpun dari CCTV, pintu air, hingga pompa air menjadi dasar bagi petugas dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.
"Apalagi kalau Jakarta dalam kondisi status siaga, nah itulah yang akan menjadi tulang punggung (backbone) keputusan Dinas Sumber Daya Air untuk mengoperasikan pintu air," ujarnya.
Selain CCTV, Dinas SDA juga menyediakan informasi kondisi banjir yang dapat diakses masyarakat melalui situs Pantau Banjir. Melalui platform tersebut, warga dapat memantau tinggi muka air di sejumlah pintu air serta kondisi pompa yang sedang beroperasi.
"Teman-teman bisa melihat posisi-posisi tinggi muka air pintu air, kemudian pompa-pompa yang beroperasi," kata Ika.
Ia menambahkan data yang tersedia secara real-time tersebut membantu petugas menentukan pintu air mana yang perlu dibuka atau ditutup serta memetakan wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
"Pintu air mana yang akan dioperasikan, pintu air mana yang akan ditutup, daerah mana saja yang akan kebanjiran, dan teman-teman bisa lihat di Pantau Banjir," tuturnya.
Pemprov DKI berharap pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem pemantauan ini dapat meningkatkan kecepatan respons serta efektivitas penanganan banjir di Jakarta, terutama saat musim hujan tiba.
Simak juga Video 'Studi: 7% Orangutan Tapanuli Mati Akibat Banjir-Longsor Sumatera':
(bel/ygs)


















































