Jakarta, CNBC Indonesia - Israel berusaha untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif resiprokal terbaru. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan telah berbicara terkait hal tersebut dengan Presiden AS Donald Trump.
Laporan Reuters mengutip pejabat Israel mengatakan perbincangan kedua kepala negara dilakukan melalui telepon saat kunjungan ke Hungaria. Nampaknya masalah tarif itu bisa diselesaikan.
"Sebagian besar bisa diselesaikan," kata seorang pejabat, dikutip Reuters, Minggu (6/4/2025).
Israel yang merupakan sekutu terdekat AS juga masuk daftar tarif baru. Negara tersebut dikenakan tarif sebesar 17%. Pengenaan tarif tersebut dilakukan tak lama setelah Israel membatalkan tarif dari impor AS. Dari perjanjian kedua negara, sekitar 98% barang dari AS sudah bebas pajak.
Kebijakan Trump tersebut, seorang pejabat kementerian keuangan Israel menjelaskan bisa berdampak pada ekspor mesin dan peralatan medis negaranya. Trump sendiri mengungkapkan membuka ruang negosiasi dengan negara lain soal tarif. Asalkan dengan catatan negara lain bisa memberikan sesuatu yang baik juga untuk AS.
"Jika seseorang mengatakan akan memberikan sesuatu yang fenomenal, asalkan mereka memberikan kami sesuatu yang baik," jelasnya dikutip dari Euro News.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan ucapan sejumlah pejabat Gedung Putih. Mereka menegaskan tidak ada negosiasi untuk tarif timbal balik yang baru diumumkan.
(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS Tantang Kekuatan Nuklir Timur Tengah hingga Swiss Incar WNI
Next Article Video: Trump Menang, Menteri Israel 'Ngoceh' Mau Caplok Tepi Barat