Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan titik panas dan titik api di 6 provinsi yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penambahan yang paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan awalnya menyampaikan titik panas atau hotspot bertambah lagi di Kalimantan Barat atau Kalbar. Total ada 3.824 titik panas di provinsi tersebut.
"Di Kalimantan Barat kita lihat di sini bahwa hotspot hari ini memang bertambah lagi, hari kemarin bertambah, hari ini sebanyak 453 titik untuk titik panas, dan untuk titik apinya turun menjadi 16 yang tadinya 23 titik, sekarang turun jadi 16," kata Berton saat konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, hotspot juga bertambah di wilayah Kalteng. Berton mengatakan titik panas bertambah hingga 876 titik atau menjadi 5.391 titik di provinsi ini.
"Namun di Kalimantan Tengah titik panas bertambah 876 titik sedangkan di Kalimantan Selatan turun sebanyak 279 titik. Jarak pandang relatif rendah antara 1 sampai 1,5 kilometer," ucap dia.
Berton mengatakan hotspot hanya turun di Kalsel sebanyak 279 titik menjadi 1.077 titik. Di provinsi tersebut, lanjut dia, juga terjadi penurunan titik api menjadi 52 titik atau menurun 279 titik.
"Kita harap di lain waktu juga seperti ini bisa terjadi dan provinsi-provinsi lain. Demikian juga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terjadi penurunan titik api," tutur dia.
Kemudian, Berton menyampaikan update karhutla di provinsi-provinsi Sumatera. Dia menyampaikan titik panas atau hotspot turun menjadi 264 titik di Provinsi Riau.
"Di Riau kami catat terjadi penurunan titik panas sebesar 1, dan peningkatan titik api sebesar 5 menjadi 12 titik api, dan jarak pandang hanya 5 kilometer," ujar Berton.
Selanjutnya, di Sumsel, titik panas atau hotspot juga mengalami penurunan sebesar 215 titik. Namun dia menyebutkan titik api bertambah di provinsi ini.
"Di Sumatera Selatan, titik panas signifikan berkurang menjadi 804 titik sedangkan titik apinya bertambah 8 menjadi 18 titik. Jarang pandang 2,4 kilometer," tutur dia.
Kemudian, di Provinsi Jambi, Berton mengatakan titik api bertambah 23 titik. Jarak pandang di provinsi ini, lanjut dia, hanya 3,5 kilometer.
"Di Jambi titik panas bertambah menjadi 135 titik sedangkan titik api tetap 4 titik dengan cara pandang sekitar 3,5 kilometer," sebut dia.
Lihat juga Video Peta Kalimantan Dipenuhi Titik Merah, Warganet Gaungkan Pray for Kalimantan!
(maa/knv)


















































