Haiti Membara, Warga Tuntut Pengamanan Kekerasan dari Geng Bersenjata

19 hours ago 5
CNBC Indonesia News Foto News

Foto Internasional

Reuters, CNBC Indonesia

03 April 2025 21:45

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran berbaris menuju kantor Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aime saat protes terhadap ketidakamanan, di Port-au-Prince, Haiti, Rabu (2/4/2025). Aksi protes yang diikuti ribuan orang ini sebagai bentuk kemarahan terhadap geng-geng bersenjata yang menguasai hampir seluruh ibu kota. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Protes tersebut dimulai dengan damai, tetapi tembakan meletus di kemudian hari, menyebabkan kepanikan yang menyebabkan massa melarikan diri. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Dikutip dari Reuters, kelompok-kelompok bersenjata yang bersatu di balik koalisi yang dikenal sebagai Viv Ansanm telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka, membekukan perekonomian, memicu kelaparan massal, dan menuntut pembayaran dari penduduk. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

"Kami, warga lingkungan Solino, ingin pulang, dan kami akan pulang," imbuh Julien David, pengunjuk rasa lainnya. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Banyak kritikus menuduh kinerja pemerintah yang buruk dalam menghadapi kemajuan geng-geng tersebut terkait dengan korupsi negara dan bahkan kolusi dengan orang-orang bersenjata dan pendukung finansial mereka. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Demonstran Haiti memprotes ketidakamanan, di Port-au-Prince, Rabu (2/4/2025). (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Pemerintah menolak tuduhan ini, tetapi otoritas Haiti memiliki sejarah panjang korupsi yang mengakar, dan sistem peradilannya telah lumpuh di tengah kekerasan. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |