Foto Internasional
Reuters, CNBC Indonesia
03 April 2025 21:45

Demonstran berbaris menuju kantor Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aime saat protes terhadap ketidakamanan, di Port-au-Prince, Haiti, Rabu (2/4/2025). Aksi protes yang diikuti ribuan orang ini sebagai bentuk kemarahan terhadap geng-geng bersenjata yang menguasai hampir seluruh ibu kota. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Protes tersebut dimulai dengan damai, tetapi tembakan meletus di kemudian hari, menyebabkan kepanikan yang menyebabkan massa melarikan diri. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Dikutip dari Reuters, kelompok-kelompok bersenjata yang bersatu di balik koalisi yang dikenal sebagai Viv Ansanm telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka, membekukan perekonomian, memicu kelaparan massal, dan menuntut pembayaran dari penduduk. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

"Kami, warga lingkungan Solino, ingin pulang, dan kami akan pulang," imbuh Julien David, pengunjuk rasa lainnya. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)