Emak-emak di Jakbar Rela Keliling Pungut Sampah Botol demi Ikut Fashion Show

5 hours ago 4

Jakarta -

Acara fashion show busana di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat (Jakbar), menarik perhatian karena busana yang digunakan berasal dari sampah daur ulang. Mayoritas peserta fashion show adalah 'emak-emak'.

Salah satu 'emak-emak' yang mengikuti fashion show tersebut adalah Wulan (54), warga RT 06 RW 03 Kemanggisan. Wulan, yang mengenakan busana yang dibuat dari sampah botol, mengusung konsep 'Putri Botol' dalam kostumnya.

"Ini ceritanya sih Putri Botol, ya. Daur ulang dari botol," ujar Wulan ditemui usai lomba di kantor Kelurahan Kemanggisan, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wulan kemudian menceritakan perjuangannya mencari sampah botol tersebut untuk kemudian dibuat kostum. Dia mengaku sempat berkeliling mencari-cari botol dari rumahnya, masjid, hingga aula yang kerap dipakai pesta.

"Susahnya nyari bahan limbahnya, ya. Kita ini kan nyari, mulung-mulung ibaratkan, ya. Di rumah ada, dari masjid dekat sini, dari aula gedung kan suka ada orang hajatan-hajatan, kita kumpulin," katanya.

Botol yang terkumpul kemudian diolah terlebih dahulu sebelum menjadi busana. Wulan menyebut konsep kostumnya terinspirasi YouTube.

"Pertama kita cuci dulu. Kita cuci bersih, proses pengecatan, habis pengecatan pemotongan. (Konsepnya) dari YouTube ada, dari anak juga ada. Anak kan juga desainer," katanya.

Dalam pameran tersebut, Wulan turut membawa tongkat yang ditempelkan poster bertulisan 'HUT RI ke-81, Jangan Biarkan Bumiku Makan Sampah'. Dia menjelaskan isi pesan tersebut agar sampah yang berserakan tidak dibiarkan.

"Ini, jangan biarkan bumi makan sampah. Maksudnya kalau ada sampah di jalanan, kita pungut ya. Gitu kan, jangan dibiarkan gitu," katanya.

Selain Wulan, ada juga 'emak-emak' bernama Sri Pujiastuti (47) yang mengikuti lomba tersebut. Dalam kostumnya, dia menggunakan sayap jagung hingga bungkus tepung sebagai bahan kostumnya, dan mengusung konsep 'Putri Jagung'.

"Ya, ini kita mengusung Putri Jagung ya. Kita di sini konsepnya sayap jagung dan dari daur ulang plastik, dari bungkus tepung. Yang lainnya kita dari plastik-plastik daur ulang," kata Sri.

Sri kemudian menjelaskan proses pembuatan kostumnya. Dia menjelaskan proses pencucian, hingga menempelkan bahan dilalui semuanya untuk memperoleh kostum 'Putri Jagung' yang utuh.

"Mahkotanya dari sendok, kawat, daur ulang sendok kita cuci bersih pakai air hangat. Kalau yang untuk tongkatnya itu dari daur ulang plastik tepung, tepung tapioka, tepung terigu. Kalau ini sendiri kulit jagung. Kulit jagung kita bikin, kita keringin dulu terus kita tempel-tempel. Selebihnya plastik," ujarnya.

Sri kemudian mengatakan dirinya bangga bisa mengikuti fashion show di Kelurahan Kemanggisan.

"Suatu kebanggaan bagi saya untuk bikin fashion show di Kelurahan Kemanggisan. Sangat bangga sekali," kata dia.

Pantauan detikcom di lokasi, para peserta yang terdiri dari emak-emak, para pemuda, hingga anak-anak terlihat sudah mengenakan busana yang dibuat dari sampah daur ulang tersebut. Para peserta tampak menghias sampah tersebut dengan berbagai tema, dan mayoritas dibalut dengan warna Merah Putih.

Para peserta yang mengikuti lomba tersebut terlihat antusias saat nama mereka dipanggil ke catwalk. Beberapa di antaranya tampak juga menari pada lagu yang mengiringi penampilan mereka dan disambut riuh dan tawa para penonton yang hadir.

(dek/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |