Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten disaksikan Wali Kota Serang Budi Rustandi memotong kabel optik di jalan protokol. Tindakan itu bertujuan menertibkan kabel-kabel optik ilegal yang tidak memiliki izin.
Pemotongan kabel optik dilakukan di Jalan Ahmad Yani, Serang, Kamis (12/2/2026). Selain Budi Rustandi, pemotongan kabel optik ini dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan.
Pantauan detikcom, kabel di lokasi sudah penuh dan semrawut, bahkan ada yang hampir menyentuh trotoar. Petugas menaiki mobil tangga hidrolik dan memotong kabel satu per satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebutkan pemotongan itu sebagai langkah untuk mempercantik kota. Selain itu, kebijakan tersebut merupakan langkah penertiban bagi kabel-kabel optik ilegal.
"Pak Gubernur memikirkan juga PAD Kota Serang, karena dari izin kita hanya sekitar 12 sampai 15, tapi ternyata yang ada di kabel sini sampai 40 sampai 50. Nah ini yang bandel-bandel," ucap Budi kepada wartawan di lokasi.
Wali Kota Serang Budi Rustandi (Arief/detikcom)
Budi mengatakan pemindahan kabel ke dalam trotoar merupakan proyek dari Pemprov Banten. Pendataan kali ini akan memasukkan kabel kiri dan kanan jalan sepanjang 3,4 kilometer.
"Alhamdulillah, insyaallah ini 3,4 kilometer ya untuk sementara ini kanan-kiri sampai Pandean, insyaallah tahun ini selesai," ujarnya.
Ia berharap para pengusaha kabel optik dan jaringan internet taat terhadap aturan yang ada. Ia pun menyebutkan penataan ini akan memperjelas pemasukan dari kabel optik.
"Mudah-mudahan bisa mengikuti aturan dari pemerintah dan bisa membayar pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan harapan besar saya, penataan kota ini bukan hanya menata kota tapi bisa menghasilkan PAD juga," katanya.
Sementara itu, Arlan menyampaikan, pada tahun ini ditargetkan penataan kabel di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Jenderal Ahmad Yani. Setelah itu, penataan akan dilakukan di wilayah pinggiran jalan protokol.
"Kita target tahun ini yang protokol yang tarikan lurus, habis itu baru kita ke sayap-sayapnya. Karena kan kita juga harus bisa memahami kemampuan dari masing-masing provider, karena itu butuh anggaran juga untuk penyediaan kabelnya," imbuhnnya.
(aik/fas)

















































