Curhat Bos Pengembang, Jatuh Bangun Sektor Properti RI Dijahar Krisis

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri properti nasional beberapa kali diuji oleh tekanan ekonomi berskala besar. Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto menyebut perjalanan panjang sektor ini menunjukkan daya tahan yang tidak bisa dipandang remeh, meski berulang kali diterpa situasi krisis yang menghantam hampir seluruh lini usaha pengembang.

Menurutnya, ujian paling awal terjadi saat krisis moneter 1998 yang membuat banyak pelaku usaha properti terseok. Dampaknya tidak hanya menekan penjualan, tetapi juga memicu masalah keuangan yang luas di kalangan pengembang.

"Pertama, saat krisis moneter (krismon) tahun 1998 yang menyebabkan hampir 50% pengembang mengalami restrukturisasi utang di perbankan dan banyak proyek properti terhenti. Kedua, saat krisis finansial global pada 2008 akibat subprime mortgage di Amerika Serikat yang kemudian berimbas kepada perekonomian sejumlah negara termasuk Indonesia," kata Joko kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/2/2026).

Gelombang tekanan berikutnya datang lebih dari satu dekade setelahnya. Kali ini bukan dipicu oleh sektor keuangan, melainkan krisis kesehatan global yang menjalar ke seluruh sendi ekonomi. Joko menilai pandemi Covid-19 menjadi pukulan yang tidak kalah berat bagi dunia properti karena berlangsung lama dan menggerus daya beli masyarakat. Yang terakhir, tahun 2019 terjadi lagi "goncangan" akibat pandemi Covid-19 selama hampir tiga tahun yang membuat perekonomian Indonesia terganggu.

Meski begitu, ia menekankan, industri ini selalu menemukan cara untuk bertahan dan kembali tumbuh setelah masa sulit berlalu. Joko melihat adanya optimisme baru seiring perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan yang dinilai semakin besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Tetapi waktu membuktikan industri properti termasuk perumahan mampu bertahan dan bangkit kembali. Kini di bawah presiden yang memiliki kepedulian besar terhadap sektor perumahan, tentunya kita semakin optimis untuk bangkit dan pulih melewati berbagai tantangan yang ada," tegas Joko Suranto.

Di sisi lain, ia juga menyoroti peran sektor properti dalam pembangunan hunian nasional. REI yang saat ini menyentuh usia ke-54 tahun masih menjadi asosiasi pengembang dengan kontribusi besar dalam penyediaan rumah, baik untuk segmen komersial maupun bersubsidi.

"Saat ini REI adalah asosiasi pengembang dengan kontribusi pembangunan rumah paling besar di Tanah Air. Secara nasional, kontribusi pembangunan rumah oleh anggota REI mencapai 58%, sementara untuk rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kontribusinya mencapai 46%. Sebagai kontributor pembangunan terbesar," ujar Joko.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |