Jakarta - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol. (Purn.) Aan Suhanan meninjau langsung kesiapan operasional Terminal Barang Internasional (TBI) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Selasa (12/5/2026).
Komjen Pol. Makhruzi menjelaskan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana prasarana serta alur pelayanan ekspor dan impor telah siap dan terintegrasi. Hal itu mampu mendukung kelancaran arus barang lintas negara antara Indonesia dan Timor Leste.
"Ada beberapa jalur yang kita sepakati bersama agar kegiatan ekspor dan impor tidak terganggu. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaan ekspor impor di Motaain dapat berjalan lancar," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengecek langsung kesiapan fasilitas utama TBI, mulai dari gudang barang, jembatan timbang, timbangan portable, hingga pengaturan arus kendaraan ekspor dan impor. Dia mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah kelengkapan fasilitas pendukung yang perlu disempurnakan guna menunjang operasional secara optimal.
"Ada beberapa hal yang mungkin harus ditambah, seperti indikator jembatan timbang, CCTV, serta kemungkinan penggantian timbangan portabel menjadi timbangan statis," jelasnya.
Terkait potensi kendala operasional, Komjen Pol. Makhruzi menilai bahwa evaluasi secara menyeluruh baru dapat dilakukan setelah TBI benar-benar beroperasi. Dia menyampaikan bahwa pengelolaan operasional TBI ke depan akan dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, sementara rencana peresmiannya masih terus dibahas dan dimatangkan bersama pihak terkait.
"Kita akan melakukan estafet pengoperasian sambil berjalan dan menunggu peresmian oleh Bapak Menteri atau Bapak Presiden," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Irjen Pol. (Purn.) Aan Suhanan menegaskan bahwa secara umum kesiapan Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain telah memadai.
"Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015, terdapat tujuh PLBN yang dilengkapi Terminal Barang Internasional, dan Motaain merupakan salah satunya. Dari sisi fasilitas, baik penimbangan maupun pergudangan untuk ekspor dan impor, seluruhnya sudah siap untuk operasional," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pengelolaan TBI. Menurutnya, keberadaan TBI tidak terlepas dari peran berbagai pemangku kepentingan, seperti BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta instansi terkait lainnya.
"Koordinasi ini penting agar arus barang keluar dan masuk dapat terkontrol dengan baik," tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI Siti Metrianda Akuan, serta Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika.
Peninjauan ini merupakan upaya BNPP RI dalam memperkuat tata kelola perbatasan negara melalui optimalisasi infrastruktur pendukung perdagangan lintas batas. Beroperasinya Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain, kawasan perbatasan diharapkan tidak hanya menjadi beranda terdepan negara, tetapi juga berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Tonton juga video "BNPP Sebut Ada 3 Desa di Nunukan Sebagian Masuk Malaysia"
(akd/ega)

















































