BGN Tata Ulang Penerima Manfaat MBG: Yang Kaya Tak Dapat Lagi

5 hours ago 4

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pembenahan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), salah satunya klaster penerima manfaat. BGN akan menata ulang, sehingga sekolah elite atau penerima yang mampu tidak akan dapat MBG lagi.

"Ya ya. Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," kata Kepala BGN Nanik S Deyang, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Nanik belum menjelaskan lebih lanjut mengenai laporan yang akan disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto. Sejatinya, hari ini Ia datang untuk melaporkan namun ditunda esok hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan belum, besok dibahasnya. Belum, belum. Katanya besok sore," ujarnya.

Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rapat koordinasi bersama BGN meminta pelaksanaan MBG dievaluasi. Salah satu yang menjadi atensi Zulhas yakni soal penerima manfaat MBG.

Zulhas mengungkap banyak sekolah elite yang tidak memerlukan tapi dapat MBG. Namun sebaliknya, kata dia, masih ada sekolah yang memerlukan program itu tapi belum tersentuh, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

"Dalam rangka perbaikan, kita perlu apa, refocusing agar penerima manfaat ini tepat. Misalnya, sekolah-sekolah yang bagus ini akan dilakukan langsung 1 bulan ini. Sekolah-sekolah yang elite, ya, memang enggak memerlukan makan bergizi," kata Zulhas usai rapat koordinasi di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

"Yang memerlukan belum dapat, tapi yang enggak perlu dapat. Nah, ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan fokus kepada yang terlambat ini sangat terlambat 3T," lanjutnya.

Zulhas juga meminta pembenahan kualitas dapur yang berkaitan dengan kebersihan. Zulhas menegaskan tidak boleh lagi ada kasus keracunan.

"Karena kita tidak ada zero tolerance terhadap keamanan pangan ini. Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan, gitu ya. Oleh karena itu, akan fokus ke sini dalam dalam bulan ini. Iya, sebulan nanti kita lihat lagi, ya," ujarnya.

(eva/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |