Bank BNI Bagi Dividen Jumbo, Cuan Paling Moncer Dalam 2 Dekade!

1 week ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membagikan dividen dengan potensial cuan jumbo dari harga perdagangan hari ini.

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu siang hari ini (26/3/2025), BBNI sepakat membagikan dividen Rp13,95 triliun atau setara 65% dari laba bersih tahun lalu.

Dengan demikian nilai dividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp 374,05 per lembar saham.

Besaran dividen tahun ini naik signifikan dari tahun sebelumnya, di mana tahun lalu BNI membagikan dividen sebesar 280,49 per saham atau setara 50% laba perusahaan.

Jika melihat secara historis, besaran dividen per lembar terbaru dibagi dengan harga saham pada hari ini sampai pukul 11.41 WIB yang sudah melesat nyaris 9% ke posisi Rp4.250, masih potensial mendapatkan cuan sampai 8,80%.

Potensi cuan atau dividen yield itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah BBNI. Bisa dilihat berikut perkembangan yield dan DPS BBNI yang rutin bagi dividen selama lebih dari dua dekade terakhir.

Adapun BNI mencetak laba sebesar Rp21,46 triliun sepanjang 2024. Perolehan laba itu naik 2,64% secara tahunan (yoy) dari setahun sebelumnya sebesar Rp20,90 triliun pada dari tahun 2023.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba BNI tertekan oleh beban bunga yang melonjak sebesar 29,24% secara tahunan (yoy) menjadi Rp26,1 triliun. Pada periode yang sama pendapatan bunga naik 8,32% yoy menjadi Rp66,58 triliun.

Alhasil pendapatan bunga bersih perusahaan turun 1,92% yoy menjadi Rp40,48 triliun.

Pada fungsi intermediasi, BNI tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 775,87 triliun, meningkat 11,62% yoy sepanjang tahun lalu. Seiring dengan peningkatan tersebut, kualitas kredit semakin membaik dengan nonperforming loan (NPL) net menjadi sebesar 0,74% dan NPL gross turun sebesar 1,97%.

Total aset BNI pun per Desember 2024 naik 3,95% yoy menjadi Rp1.124,80 triliun.

Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi menilai kinerja BBNI sepanjang 2024 terdampak oleh kondisi higher for longer. Hal ini membuat beban bunga bank naik dan mengikis net interest margin (NIM).

"Namun, berbicara dari pertumbuhan kinerja seperti non-interest income, penyaluran kredit masih bertumbuh cukup baik serta rilisnya "wondr" cukup membantu BBNI di FY2024," tulis Leo.

Mengutip laporan keuangan BNI, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank naik 1,27% yoy menjadi Rp10,25 triliun. Lalu pendapatan lainnya tumbuh 20,86% yoy menjadi Rp7,36 triliun.

Sementara itu komponen tabungan di dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 11,02% yoy menjadi Rp257,54 triliun. Angka pertumbuhan tabungan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan deposito yang hanya naik 3,85% yoy menjadi Rp242,23 triliun.

CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

(tsn/tsn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |