Asap Pekat Selimuti Kotawaringin Barat, Warga: Seperti Hidup di Atas Awan

2 hours ago 3

Jakarta -

Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali menghadapi hari yang diselimuti asap pekat. Kondisi udara pada Rabu (2/9/2026) bahkan mencapai level berbahaya setelah konsentrasi partikulat halus PM 2.5 melonjak hingga 615,3 µg/m³.

Angka tersebut tercatat melalui alat pemantau PM 2.5 Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun pada pukul 07.06 WIB. Konsentrasi itu jauh melampaui batas kategori berbahaya yang berada di atas 250,4 µg/m³.

Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan perubahan kualitas udara terjadi sangat cepat sejak dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada pagi ini kondisi asap di Kotawaringin Barat dan sekitarnya menunjukkan status berbahaya dengan konsentrasi PM 2.5 paling tinggi 615,3 µg/m³," ujarnya, dilansir detikKalimantan, Rabu (2/9/2026).

Yang membuat kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan adalah lonjakan terjadi hanya dalam hitungan jam. Pada pukul 03.06 WIB, PM 2.5 masih tercatat 15,3 µg/m³ dan berada dalam kategori baik. Namun satu jam kemudian, angkanya naik menjadi 57,6 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

"Konsentrasi kembali meningkat pada pukul 05.06 WIB hingga mencapai 106 µg/m³. Selanjutnya, pada pukul 06.06 WIB, PM 2.5 melonjak menjadi 213,3 µg/m³ atau masuk kategori sangat tidak sehat," katanya.

Keluhan Warga

Kondisi tersebut juga dirasakan langsung warga. Kabut asap yang tebal membuat suasana pagi berubah drastis, jarak pandang berkurang, dan aktivitas masyarakat ikut terganggu.

Rahmadi, salah seorang warga Pangkalan Bun, menggambarkan kondisi tersebut seperti berada di atas awan. Namun sayangnya, 'awan' kali ini adalah kabut asap yang berbahaya bagi sistem pernapasan tubuh.

"Seperti hidup di atas awan," katanya, Rabu (2/9/2026).

Siti Fatimah, seorang ASN di Pangkalan Bun, mengaku kaget saat bangun tidur pada Rabu pagi. Sekitar pukul 05.00 WIB asap pekat tanpa menyisakan ruang untuk melihat di luar rumah.

"Sampai pukul 07.00 WIB masih gelap, seperti hidup di alam lain. Jam 8-an baru mulai sedikit terlihat," ujarnya.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |