Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman mendesak Iran menghindari kesalahan perhitungan, menyusul peluncuran rudal dan drone di kerajaan tersebut.
AFP melaporkan dalam serangkaian pernyataan pada Sabtu pagi (7 Maret 2026), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan telah menggagalkan peluncuran rudal berulang kali di pangkalan udara yang menampung personel militer AS dan serangan drone di ladang minyak utama.
Adapun Iran terus melancarkan serangan di seluruh Teluk, seminggu setelah serangan AS-Israel terhadap republik Islam tersebut memicu perang regional.
Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, melaporkan setidaknya dua serangan drone awal pekan ini yang menargetkan kilang Ras Tanura di timur.
Pangeran Khalid dalam unggahannya di media sosial X setelah bertemu dengan Kepala Militer Pakistan menyebutkan keduanya telah "membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikannya".
"Kami menekankan bahwa tindakan tersebut merusak keamanan dan stabilitas regional dan menyatakan harapan bahwa pihak Iran akan menggunakan kebijaksanaan dan menghindari kesalahan perhitungan," tambahnya, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Sebelumnya unggahan Kementerian Pertahanan di X menyebutkan, "sebuah rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan" di tenggara ibu kota Riyadh "dicegat dan dihancurkan".
Kantor Berita Saudi (SPA) kemudian melaporkan serangan rudal lain di pangkalan yang sama, menyatakan serangan itu juga dicegat, mengutip juru bicara kementerian pertahanan.
Kantor berita itu juga melaporkan serangkaian serangan drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah di dekat perbatasan Uni Emirat Arab. Drone tersebut "dicegat dan dihancurkan".
Dalam insiden terpisah, sebuah drone dicegat di timur Riyadh, menurut kementerian pertahanan.
(dce)
Addsource on Google


















































