Jakarta, CNBC Indonesia - Yaman makin membara. Sedikitnya 17 serangan menyerbu negeri itu di Saada dan Amran, Rabu (26/3/2025).
Media Houthi, kelompok penguasa Yaman yang dekat dengan Iran, melalui web Ansarollah mengatakan jet tempur Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara sangat agresif. "Hal itu menyebabkan kerusakan material pada properti warga," muat AFP melansir laman itu.
Perlu diketahui, Washington telah melancarkan serangan militer sejak 15 Maret. Presiden Donald Trump bahkan berjanji akan menggunakan kekuatan yang sangat besar hingga Houthi berhenti menembaki kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden.
Kementerian kesehatan Yaman menyebut serangan sudah menewaskan 53 orang. Pejabat Houthi juga tewas meski tak ada rincian lebih lanjut.
Houthi sendiri menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Aden sebagai protes terhadap perang Gaza dan solidaritas Palestina. Operasinya sempat berhenti ketika gencatan senjata berlaku di Gaza Januari lalu, namun kembali terjadi setelah Israel kembali membombardir Gaza pekan lalu.
(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Skandal! AS Tak Sengaja Bocorkan Informasi Militer Rahasia
Next Article Terbongkar! Putin Panggil Negara Arab Ini Ikut Perang Rusia-Ukraina