Jakarta, CNBC Indonesia - Usai membongkar adanya ketidaksesuaian takaran minyak goreng Minyakita, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, ada pelaku usaha yang kini bermain-main dengan label beras.
Ia mengaku menemukan ada produsen beras medium yang mengenakan label premium pada berasnya. Hal ini tentu merugikan masyarakat karena beras yang didapatnya tidak sesuai.
Sebab, harga beras premium dan medium tentu berbeda beras premium lebih mahal yakni di kisaran Rp 74.500. Misalnya untuk Beras Setra Ramos Premium Food Station ukuran 5 kg, serta Sumo di ukuran yang sama bisa di atas Rp 100.000. Sedangkan beras medium di bawah itu yakni Beras Medium SPHP 5 kg di kisaran Rp 57.500 serta Setra Ramos 5 kg di kisaran Rp 65.000.
"Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium, isinya medium, tapi tulisnya premium," kata Amran di Kementerian Pertanian, Rabu (26/3/2025).
Temuan itu Ia dapat setelah melihat ke beberapa lokasi. Artinya pelanggaran tersebut tidak hanya terjadi pada satu tempat, melainkan di beberapa titik.
"Sudah si beberapa tempat kami sudah ambil sampelnya, kami cek, rupanya isinya medium tapi tulisnya premium," sebut Amran.
Perbedaan harga antara beras medium dan premium ini menjadi celah keuntungan bagi pelaku penyelewengan label beras.
"Saya katakan, sampaikan, seperti minyak goreng kemarin, kita sampaikan dulu, kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia," tegasnya.
(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mentan Amran, Cetak Sawah & Target Ambisius Swasembada Pangan
Next Article Amran Pede RI Tak Impor Beras Tahun Depan, Produksi Ditarget Segini