60% Kapal di Merak Nganggur, Legislator Gerindra Minta Dermaga Ditambah

4 hours ago 1

Jakarta -

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendesak evaluasi dan penambahan dermaga di Pelabuhan Merak, Banten, akibat antrean panjang saat mudik-balik Lebaran 2026. Ia menilai minimnya dermaga aktif membuat lebih dari 60 persen kapal tak beroperasi saat puncak kepadatan.

BHS mengapresiasi kelancaran arus mudik tahun ini, namun menegaskan masih ada persoalan mendasar di lintasan strategis Jawa-Sumatera yang harus segera dibenahi.

"Saya melihat cukup lancar dari Jawa ini, dan apresiasi untuk Kementerian Perhubungan, GAPASDAP, dan ASDP, serta Kepolisian, atas keberhasilan di angkutan mudik. Dan saya ingin melihat angkutan balik dari Bakauheni," ujar BHS dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyoroti keterbatasan dermaga yang berdampak langsung pada operasional kapal. Dari 72 kapal yang tersedia, hanya sebagian kecil yang bisa beroperasi secara reguler.

"Dari 72 kapal, secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal dan 5 kapal untuk beroperasi di dermaga darurat," katanya.

Menurut BHS, kondisi ini terjadi karena Pelabuhan Merak saat ini hanya punya tujuh dermaga aktif.

"Saat ini, hanya ada 7 dermaga, yang di mana setiap dermaga beroperasi 4 kapal, berarti ada lebih dari 60 persen armada tidak dapat dioperasikan di saat situasi padat seperti ini," jelasnya.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), BHS mendesak PT ASDP Indonesia Ferry bersama regulator, Ditjen Perhubungan Darat dan Laut Kemenhub, segera bergerak.

"Ini butuh satu evaluasi yang mendasar daripada ASDP, perusahaan pelayaran, terutama regulator Ditjen Darat dan Ditjen Laut Kemenhub untuk segera mengantisipasi kesulitan perusahaan pelayaran ini, untuk bisa beroperasi, kalau misalnya ada penambahan dermaga," tegasnya.

BHS menghitung, penambahan satu pasang dermaga saja bisa mengakomodasi empat kapal tambahan, dan dua pasang dermaga berarti delapan kapal tambahan.

"Satu pasang dermaga saja bisa mengantisipasi 4 unit kapal, kalau dua pasang dermaga maka bisa menampung 8 unit kapal yang beroperasi sebagai tambahan. Tentu ini bisa menambah kapasitas dari 28 kapal sekitar 35 persen kapasitas angkut," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan tren kenaikan pengguna penyeberangan yang terus tumbuh 8-12 persen per tahun, ditambah potensi lonjakan traffic seiring tersambungnya jaringan tol di Sumatera.

"Tolong diingat, perlu diantisipasi juga terjadinya percepatan akibat dari jalan tol nanti kalau sudah tersambung, ini tentu akan meningkatkan jumlah daripada masyarakat pengguna transportasi penyeberangan," katanya.

BHS turut mewanti-wanti agar distribusi logistik tidak dikorbankan. Kendaraan logistik dilaporkan harus menunggu berhari-hari di rest area hingga kantong parkir dermaga.

"Angkutan logistik tidak boleh dikorbankan. Kalau sampai logistik dihambat, dikhawatirkan perdagangan dan industri ikut terhambat," tegasnya.

Di ujung pernyataannya, politikus Gerindra itu mendesak pembangunan dermaga baru segera direalisasikan dan penggunaan dermaga darurat seperti Ciwandan dihentikan untuk keperluan jangka panjang.

"Dermaga darurat ini tidak bisa ditoleransi terus menerus dan sudah seharusnya ini hanya bisa digunakan untuk emergency di saat dermaga reguler mengalami kepadatan. Dan ini tidak bisa digunakan dalam waktu panjang karena kurang aman, nyaman dan selamat. Maka pembangunan dermaga tambahan reguler harus segera dilakukan agar permasalahan kemacetan di setiap libur Lebaran teratasi dengan baik," pungkasnya.

Tonton juga video "Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Merak Ramai Lancar"

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |