207 Ton Beras & 6.000 Liter Migor Disalurkan untuk Korban Gempa Flores

5 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah melalui Perum BULOG dapat tersalurkan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat pascabencana di sejumlah wilayah terdampak.

Amran dan Ahmad Rizal datang langsung ke lokasi terdampak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Keduanya menyapa masyarakat, berdialog dengan warga, serta memastikan bantuan yang telah disiapkan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat melalui posko-posko penanganan bencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penanganan gempa Flores, pemerintah melalui Perum BULOG mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta minyak goreng untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng (migor) untuk penanganan bencana. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan proses pengiriman bantuan yang masih terus dilakukan.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat. Sebelumnya, BULOG juga telah menyalurkan bantuan beras ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Amran menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.

"Berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita memastikan masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bantuan pangan yang dibutuhkan. Pemerintah bersama BULOG akan terus bergerak dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras untuk kebutuhan penanganan bencana maupun kebutuhan masyarakat secara umum. Menurutnya, stok beras pemerintah saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terus dipenuhi.

"Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat yang terdampak bencana," tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Rizal menyampaikan BULOG siap mendukung penuh pemerintah dalam penanganan bencana di NTT, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan bagi masyarakat terdampak.

"BULOG siap bergerak cepat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Rizal.

Usai meninjau langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Reok, mereka kemudian bergeser ke lokasi gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kondisi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di wilayah NTT, khususnya Manggarai Timur dan Labuan Bajo, berada dalam kondisi aman dan terkendali serta siap didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ahmad Rizal menambahkan BULOG akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan penyaluran bantuan secara bertahap.

"Bantuan yang sudah disalurkan merupakan bagian dari dukungan BULOG dalam masa tanggap darurat. Kami akan terus memastikan ketersediaan bantuan dan memperkuat koordinasi agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pangan yang diperlukan," katanya.

Untuk mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan di wilayah NTT, BULOG memastikan stok beras saat ini sebanyak 35 ribu ton. Selain itu, BULOG juga menyiapkan tambahan stok sebanyak 40.000 ton yang akan dimobilisasi dari wilayah NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah terdampak.

Tambahan stok tersebut merupakan langkah antisipatif BULOG untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketersediaan stok di wilayah NTT selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, serta pihak terkait lainnya untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, serta perkembangan situasi pascabencana.

Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari upaya memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana. BULOG berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber daya, jaringan pergudangan, serta jaringan distribusi guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Pemerintah bersama BULOG akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |