Situasi Timur Tengah memanas akibat peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Di tengah konflik, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, beberapa kali mengunjungi sejumlah tokoh Indonesia.
Dirangkum detikcom, Jumat (3/4/2026), Tokoh Indonesia yang pertama kali dikunjungi Boroujerdi adalah Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Pertemuan itu berlangsung pada Selasa (3/3) di rumah JK yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
Tokoh kedua yang didatangi Boroujerdi adalah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Pertemuan itu juga berlangsung tidak jauh setelah Boroujerdi bertemu dengan JK, masih di bulan yang sama, hanya selang beberapa hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, Megawati mengirimkan pesan kepada Mojtaba Khamenei yang terpilih menjadi pimpinan tertinggi Iran. Pertemuan itu berlangsung di kediaman rumah Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam pesannya Megawati juga berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mampu memainkan peran aktif dalam konflik di Timur Tengah tersebut. Ia ingin PBB mengambil peran sentral menghentikan segala bentuk invasi sepihak.
"Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia. Oleh karenanya dengan semangat itu, saya berharap PBB hari ini dapat benar-benar memainkan peranan aktifnya untuk menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dengan menghentikan segala bentuk invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, serta menyelesaikan konflik melalui mekanisme dialog yang konstruktif," kata Megawati.
Dalam penutup suratnya, Megawati menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diberikan ke Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan tertinggi. Megawati menyampaikan doa kepemimpinan tersebut mampu menuntun Iran menjadi bangsa yang bermartabat dan keluar dari krisis.
Hingga akhirnya pada 1 April lalu, Boroujerdi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Boroujerdi mengatakan dalam pertemuan dengan Jokowi dia menyampaikan perkembangan terkini terkait kondisi Iran pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat," tutur Boroujerdi.
Dubes Iran untuk Indonesia sejak 2023 tersebut lantas mengenang pertemuan Jokowi dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga menyinggung kunjungan balasan Teheran lewat Presiden saat itu, Ebrahim Raisi, pada 2023.
"Beliau pada tahun-tahun sebelumnya berkunjung ke Iran dan dalam kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan kemudian mantan Presiden Iran, Presiden Raisi pada tahun 2023 berkunjung ke Indonesia dan bertemu lagi dengan Bapak Joko Widodo. Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat," bebernya.
Tak hanya itu, Boroujerdi juga menyampaikan belasungkawa bagi 3 prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Boroujerdi menyebut tindakan tersebut membuktikan bahwa Israel tidak mematuhi hukum internasional mana pun.
Dalam kesempatan terpisah, Jokowi menjabarkan isi pertemuannya dengan Boroujerdi. Ia mengaku tidak melakukan negosiasi terkait membuka Selat Hormuz bagi kapal Indonesia.
Jokowi mengatakan dirinya membahas banyak hal dengan Boroujerdi. Namun mengenai Selat Hormuz, menurutnya itu merupakan kewenangan dari pemerintah.
"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal, tetapi itu urusan pemerintah ya," kata Jokowi ditanya apakah dirinya melobi Dubes Iran soal pembukaan Selat Hormuz.
Jokowi menekankan pertemuan itu juga untuk menjaga hubungan antarnegara. Jokowi menilai relasi yang baik dengan Iran memiliki dampak positif yang luas, baik dari sisi penguatan ekonomi maupun stabilitas geopolitik di kancah internasional.
Lalu tepat pada hari ini, Boroujerdi menemui sejumlah tokoh muslim salah satunya Ketua PP Muhammadiyah tahun 2005-2015 Prof. Din Syamsudin.
Boroujerdi mengajak seluruh umat Islam bersatu menghadapi zionis Israel. Dia mengajak bersama-sama menciptakan perdamaian yang langgeng dan abadi baik itu di wilayah ataupun juga di dunia.
Boroujerdi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang bersedia menjadi fasilitator perdamaian Iran dengan AS.
"Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang setelah perang Amerika Israel melawan Iran. Memiliki kesediaan, memiliki kesiapan, menyatakan kesediaannya untuk menjembatani bagi terwujudnya perdamaian, untuk menjadi fasilitator dalam terciptanya perdamaian di wilayah tersebut," ucapnya.
Din Syamsudin juga mengatakan Indonesia adalah umat Islam yang sama-sama mengimani Al-Qur'an. Din mengajak umat islam di Indonesia untuk bersatu, tidak terprovokasi yang memecah belah umat islam.
"Oleh karena itu, sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam juga menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat.Kami berharap musibah yang terjadi dan menimpa rakyat Iran sebagai negeri sesama Muslim yang kita rasakan juga sebagai musibah yang menimpa kita, ini segera berlalu," katanya.
Alasan Dubes Iran Temui Megawati-Jokowi
Lantas, apa alasan Boroujerdi menemui sejumlah tokoh di Indonesia? Di akhir pertemuannya dengan Din Syamsuddin dan tokoh Islam lainnya, dia pun mengungkapkan alasannya.
"Banyak sekali tokoh di Indonesia, baik itu pejabat resmi maupun pejabat nonpemerintahan atau tokoh-tokoh di Indonesia, yang menyampaikan pesan kepada saya berupa ungkapan belasungkawa dan juga keprihatinan," ujar Mohammad Boroujerdi kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
"Oleh karena itu, saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran, sebagai perwakilan Iran, sudah selayaknya membalas dengan menyampaikan rasa terima kasih atas ungkapan-ungkapan atau ucapan-ucapan yang disampaikan, serta memberikan apresiasi," tambahnya.
Menurutnya, pertemuan dengan tokoh-tokoh ini sekaligus memberikan informasi yang selama ini benar terjadi di Iran.
"Di samping itu, saya juga memberikan semacam laporan terkait peristiwa atau hal terakhir yang terjadi di wilayah atau di negara saya kepada tokoh-tokoh yang sebelumnya menyampaikan belasungkawanya kepada kami," tuturnya.
Dia juga mengungkap alasannya mengunjungi sejumlah ulama. Menurutnya, kunjungan terhadap ulama dan ormas Islam di Indonesia penting sebagai bentuk dukungan untuk Iran.
"Adapun terkait kunjungan kepada ulama, tentunya kita juga sudah mengetahui bersama bahwa lembaga-lembaga atau ormas-ormas Islam, baik itu MUI maupun lembaga lainnya, bahkan telah menyampaikan anjuran untuk Qunut Nazilah. Artinya, tanpa kita minta pun, mereka secara langsung ikut mendoakan dan mendukung," ungkapnya.
(zap/whn)


















































