Jakarta -
Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Eddy berharap damainya kedua negara tersebut akan berdampak terhadap penurunan harga BBM di Indonesia.
"Ya tentu kita menyambut gembira berita tercapainya perdamaian antara Iran dengan AS. Karena dengan demikian perang bisa kita antisipasi akan segera berakhir," kata Eddy kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy mengatakan berakhirnya ketegangan antara kedua negara berpotensi mengurangi risiko perang. Termasuk konflik di Lebanon.
"Ini akan mengurangi korban di kedua belah pihak termasuk juga dalam perjanjian tersebut, termasuk di dalamnya adalah Lebanon, sehingga saudara-saudara kita di Lebanon juga bisa kemudian terlindungi dari risiko perang yang lebih lama berkecamuknya," ujarnya.
Selain itu, Eddy menilai terbukanya kembali jalur perdagangan ekonomi di Selat Hormuz akan memberikan dampak positif terhadap distribusi minyak. Menurutnya, kelancaran arus perdagangan energi dapat mengakhiri gangguan pasokan.
"Sehingga lalu lintas dari migas kemudian juga produk-produk keturunan migas itu bisa kemudian tersalurkan kembali ke seluruh dunia, sehingga disterupsi energi yang sudah kita alami selama empat bulan ini bisa kemudian berhenti, dan kita bisa melakukan normalisasi lagi dari aktivitas ekonomi ke depannya," jelasnya.
Eddy juga berharap penurunan harga minyak dunia juga dapat berdampak terhadap harga BBM di Indonesia. Dia berharap ada penyesuaian kembali harga BBM jika harga minyak mentah sudah kembali normal.
"Kami juga berharap dengan adanya penurunan dari harga minyak mentah ke depannya, nanti ketika stok minyak mentah yang dibeli Pertamina itu sudah kembali dibeli dengan harga normal, tentu akan ada penyesuaian dari harga BBM yang saat ini mengalami kenaikan khususnya Pertamax, dan BBM jenis nonsubsidi lainnya," ujar Eddy.
"Dan ini akan kami antisipasi mengalami penyesuaian ketika Pertamina sudah membeli harga minyak mentah dan BBM dengan harga yang sudah lebih normal lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Blokade militer AS di Selat Hormuz kini resmi berakhir.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump dilansir CNN.
"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambung Trump.
Pengumuman dari Trump itu tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharis mengumumkan Iran dan AS telah sepakat berdamai. Di Truth Social miliknya, Trump membenarkan kabar tersebut dan mengatakan semua dokumen perjanjian damai dengan Iran telah disepakati.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!" kata Trump.
Amerika Serikat dan Iran telah sepakat berdamai untuk mengakhiri perang. Kedua negara akan menandatangani kesepakatan damai pada 19 Juni mendatang.
Simak Video 'Selat Hormuz Dibuka Lagi, AS-Iran Capai Kesepakatan Damai':
(amw/fas)


















































