Jakarta -
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengaku prihatin atas peristiwa penganiayaan yang terjadi kepada tenaga kerja wanita (TKW) berinisial YY, di Malaysia. Yahya meminta KP2MI memperketat pengawasan untuk menekan kasus pengiriman pekerja migran secara nonprosedural.
"Saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kasus penganiayaan terhadap PMI yang terjadi di Malaysia," kata Yahya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
"Saya minta KP2MI mengawal kasus tersebut dengan memberikan perlindungan kepada PMI yang bersangkutan, walaupun termasuk PMI nonprosedural," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Golkar ini juga meminta KP2MI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru untuk memastikan kondisi korban dalam keadaan aman serta mendapatkan pendampingan yang diperlukan.
"Saya minta pemerintah Indonesia memberikan pendampingan hukum sampai tuntas agar yang bersangkutan mendapat perlakuan secara adil serta mendapat hak-haknya sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Lebih lanjut, Yahya meminta KP2MI memperketat pengawasan untuk menekan kasus pengiriman pekerja migran secara nonprosedural. Termasuk, melalui jalur-jalur tidak resmi.
"Saya minta KP2MI untuk menekan sekecil mungkin kasus-kasus pengiriman PMI non prosedural ke luar negeri dengan memperketat pengawasan pintu-pintu keluar negeri, khususnya jalur-jalur tikus," ujarnya.
"Saya minta KP2MI melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menolak setiap ajakan pengiriman PMI non prosedural, karena PMI non prosedural tidak mendapat perlindungan dari pemerintah," imbuh dia.
Sebelumnya, YY dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Kepolisian Malaysia menangkap empat orang yang menganiaya YY.
Dari video yang beredar seperti dilihat detikcom, Minggu (14/6/2026), tampak seorang wanita yang terduduk di sofa dipukuli seorang pria berkaus biru. Wanita tersebut mengerang kesakitan dan tak melawan sama sekali.
Pada adegan selanjutnya, seorang wanita lain memukuli bagian kepala korban. Sementara wanita lainnya merekam aksi kekerasan itu.
Direktur PWNI, Heni Hamidah, buka suara terkait kasus penganiayaan itu. Heni membenarkan wanita yang dianiaya adalah seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia.
"Kementerian Luar Negeri, KJRI Johor Bahru, dan KBRI Kuala Lumpur saat ini tengah memberikan pendampingan kepada seorang WNI dengan inisial YY yang melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh pemberi kerja beserta seorang rekannya di Malaysia," ujar Direktur PWNI, Heni Hamidah, kepada wartawan.
Lihat juga Video 'Biadab! ART di Batam Dianiaya-Disuruh Makan Kotoran Binatang':
(amw/fas)


















































