Jakarta -
Warga Jalan Haji Nawi, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mengeluhkan lapangan padel yang bising setiap hari. Kebisingan dari lapangan padel itu dikatakan telah berlangsung sejak pembangunannya pada Oktober 2025.
Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (19/2/2026), ada dua rumah tinggal yang bersampingan langsung dengan lapangan padel itu. Antara rumah dan lapangan hanya disekat benteng setinggi sekitar 5 meter.
Sementara itu, gedung lapangan padel menjulang lebih tinggi. Lalu dinding atasnya sebatas atap kanopi dengan baja ringan yang berongga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga sekitar bernama Naufal (27) mengatakan keluarganya sudah berkali-kali melaporkan keluhan itu lewat aplikasi JAKI. Namun mereka merasa tidak ada dampak apa pun setelah pelaporan.
"Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu. Ya sudah, jadi karena banyaknya laporan-laporan yang sudah kita lakuin, dan sudah sempat ketemu juga sama pihak pengelola tanggal 31 Januari, tapi hasil mediasinya tidak membuahkan hasil lagi gitu," kata Naufal saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/2).
Naufal menjelaskan, kebisingan dari lapangan padel itu disebabkan saat pembangunan, hingga saat ini bising karena suara-suara yang sedang bermain. Menurut dia, suara bising itu kerap terdengar mulai pagi hingga larut malam.
"Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkapnya.
Naufal mengatakan, di lingkungannya, ada tiga rumah diantaranya diisi oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun. Kemudian, ada juga tetangganya yang baru saja melahirkan anak.
"Iya, semuanya yang tinggal di sini ngeluh. Nggak fokus salat, nggak fokus siap-siap, mau mandi saja nggak fokus lah gitu. Mau siap-siap ke kantor nggak fokus, mau ngumpulin energi buat besoknya mau kerja juga nggak fokus. Sama stres, jadi gampang marah juga," imbuh dia.
Bahkan, menurut Naufal, ibundanya mengalami kenaikan tensi. Katanya, hal itu baru terjadi belakangan ini.
"Terutama ibu saya langsung kelihatan tensinya 200, itu kan nyata ya. Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200," katanya.
(tsy/zap)

















































