Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa melakukan unjuk rasa di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat. Dalam demo tersebut, massa yang ditemui oleh Wamendiktisaintek, Fauzan, menyampaikan 7 tuntutan.
Pantauan detikcom di lokasi, Fauzan menemui massa mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia (UI), BEM SI Kerakyatan, dan Cipayung Plus. Ia juga mengatakan kementerian membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa yang hendak berdialog membahas isu-isu perbaikan di bidang pendidikan.
"Saudara-saudara sekalian, apa yang Saudara jadikan sebagai tuntutan adalah tekad kami bersama. Kementerian Pendidikan Tinggi juga memiliki atensi kuat dalam rangka untuk memerangi kecurangan-kecurangan, perilaku-perilaku yang dianggap bertentangan dengan moral etik bangsa Indonesia," ujar Fauzan di depan Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
"Mari kita jadikan bersama-sama kampus sebagai benteng moral, benteng etik, sehingga saudara-saudara yang ada di kampusnya masing-masing jika memang di situ menengarai ada perilaku yang kurang berkenan, yang dianggap menyimpang dari etika moral, saya persilakan Saudara berkomunikasi langsung," sambungnya.
Dalam kesempatan ini juga, dia memastikan tidak ada penghapusan program studi. Sedangkan untuk kasus pelecehan seksual yang belakangan kerap terjadi di lingkungan kampus akan ditindak seadil-adilnya.
"Saya ingin mencoba meluruskan beberapa isu. Yang pertama, isu terkait penutupan program studi, itu tidak ada. Tidak ada penutupan program studi, ya, itu tidak ada. Yang ada adalah penataan. Artinya penataan itu tidak menutup. Penataan itu memberikan penguatan terhadap program studi-program studi. Dan ini juga tidak hanya persoalan keguruan, tetapi juga program-program studi yang lain," tuturnya.
"Dan kemudian berikutnya terkait dengan pelecehan seksual. Sekali lagi saya menyampaikan kepada Saudara-saudara bahwa pelecehan seksual atau sikap amoral yang lain termasuk korupsi yang ada di lingkungan pendidikan tinggi, maka kita wajib hukumnya menjadi orang yang pertama melakukan pembelaan terhadap hal-hal yang dianggap menyimpang," imbuh dia.
Dia juga tak menafikan bahwa isu pendidikan selalu menarik untuk dikaji sejak dulu hingga sekarang. Oleh karena itu, semua tuntutan yang hari ini disampaikan oleh mahasiswa akan dicarikan solusinya.
Wamen Fauzan menemui massa mahasiswa yang demo di depan Kemenditisaintek, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026) (Kurniawan Fadillah/detikcom)
"Apa yang saudara-saudara usulkan, insyaallah kami akan menindaklanjuti. Tentu saja menggunakan mekanisme. Ada yang bisa cepat, tetapi ada juga yang harus menggunakan mekanisme. Tentu ini memerlukan kesabaran, ya,"
"Sehingga Saudara-saudara, saya berpikir, saya berharap, saudara juga dewasa dalam menanggapi situasi ini. Saudara boleh mencatat nomor saya, nomor HP saya. Kapan saja saudara bisa ketemu saya di kantor ini. Ya, saya kira itu," pungkasnya.
Pada momen ini, sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutannya. Khususnya BEM SI Kerakyatan, menyodorkan tujuh poin pakta integritas untuk ditandatangani oleh Fauzan mewakili Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Adapun pakta integritas yang ditandatangani Fauzan sebagai berikut:
Pada hari ini, Senin, 4 Mei 2026, dengan ini menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat dengan melandaskan pada nilai-nilai konstitusi dan cita-cita keadilan sosial. Sehubungan dengan hal tersebut, kami bersepakat untuk:
1. Menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama negara dalam setiap perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
2. Menghapus segala bentuk komersialisasi dan liberalisasi pendidikan yang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.
3. Mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis sebagai hak fundamental seluruh warga Indonesia.
4. Menjamin transparansi dan akuntabilitas anggaran pendidikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik.
5. Menjamin kebebasan akademik serta ruang berpikir kritis bagi sivitas akademika tanpa intervensi dan tekanan dalam bentuk apa pun.
6. Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, baik secara struktural maupun kultural. Karena kami tahu bahwasanya seluruh kekerasan seksual atau kekerasan fisik masih ada, di pendidikan tinggi atau pendidikan dasar.
7. Meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan termasuk tenaga honorer, melalui kebijakan yang adil, layak, dan berkelanjutan.
Pakta integritas ini dibuat sebagai bentuk komitmen moral dan politik yang mengikat untuk segera direalisasikan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Apabila dalam waktu 2 x 24 jam sejak ditandatanganinya pakta integritas ini tidak terdapat langkah konkret dan tindak lanjut yang jelas dari pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, maka dengan ini Aliansi BEM SI Kerakyatan bersama koalisi masyarakat sipil menyatakan akan kembali melakukan aksi massa secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah partisipan yang lebih besar sebagai bentuk eskalasi gerakan dan kontrol sosial terhadap penyelenggara pendidikan nasional.
Demikian pakta integritas ini dibuat untuk ditandatangani dalam keadaan sadar, tanpa paksaan dari pihak mana pun, serta untuk dipatuhi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Demo berakhir dengan kondusif. Massa mahasiswa membubarkan diri sore tadi tak lama setelah hujan mengguyur lokasi aksi. (mea/dhn)


















































