Bekasi -
Sebuah rekaman video viral memperlihatkan kondisi seorang pria tergolek lemah di dalam mobil ambulans. Dinarasikan, pria tersebut merupakan korban penculikan dan pemerasan sejumlah pelaku yang mengaku-aku polisi.
Dinarasikan, pria berinisial AA itu diculik oleh komplotan pelaku yang mengaku-aku sebagai polisi. AA dibawa ke dalam mobil dan ditodong senjata oleh empat pelaku.
Tak hanya itu, dinarasikan bahwa korban selama di dalam mobil tersebut matanya ditutup lakban. Para pelaku kemudian menguras uang Rp 13 juta milik korban sebelum akhirnya membuangnya di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban ditemukan oleh sekuriti Grand Wisata dalam kondisi tergeletak. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya sesak napas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Setu telah bergerak merespons cepat kejadian tersebut.
"Terkait dugaan pemerasan, kami sampaikan bahwa Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Polsek Setu telah bergerak cepat melakukan pengecekan dan pendalaman atas informasi tersebut," kata Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Polisi juga melakukan upaya jemput bola dengan menemui korban di kawasan Grand Wisata pada Minggu (29/3), setelah menelusuri keberadaan korban ke rumah sakit dan alamat keluarganya.
"Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban berada di depan gerbang BTR 7," imbuhnya.
Menurut keterangan awal korban, dirinya didatangi oleh beberapa pelaku. Setelah itu korban dibawa ke dalam sebuah kendaraan dan mengalami kekerasan hingga kehilangan uang tunai dan sejumlah dana dari rekening miliknya.
"Setelah kejadian, korban diturunkan di wilayah Grand Wisata dan sempat mendapatkan perawatan medis," ucapnya.
Saat ini, kepolisian masih mendalami seluruh fakta untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk mengungkap identitas para pelaku. Langkah penyelidikan yang dilakukan meliputi pengecekan lokasi kejadian, pencarian saksi, serta penelusuran rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Setu terus bekerja secara profesional dan objektif. Karena korban masih dalam kondisi trauma, pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar proses penanganan berjalan cermat dan akurat," pungkasnya.
(mea/dhn)

















































