Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta meresmikan lima Mobil Klinik Hewan Keliling yang ditempatkan di lima kota administrasi. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Francine Widjojo, mengapresiasi langkah tersebut serta mendorong Pemprov DKI juga segera merealisasikan pembangunan RS hewan pertama yang buka 24 jam.
"Kami masih menunggu upgrade Puskeswan Ragunan menjadi RS Hewan pertama milik Pemprov DKI Jakarta dengan layanan gawat darurat 24 jam dan penambahan enam Puskeswan di Jakarta. Juga vaksin tetanus gratis bagi kuda pekerja delman. Seluruhnya sudah dijadwalkan terlaksana di tahun 2026," kata Francine dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keberadaan RS hewan akan melengkapi layanan kesehatan hewan yang saat ini mulai diperluas melalui operasional Mobil Klinik Hewan Keliling. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan layanan darurat selama 24 jam, pemilik hewan peliharaan diharapkan memiliki akses yang lebih mudah saat membutuhkan penanganan medis.
Selain itu, penambahan enam Puskeswan dinilai penting agar pelayanan kesehatan hewan semakin merata di seluruh wilayah Jakarta. Francine berharap warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memperoleh layanan veteriner.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meresmikan lima Mobil Klinik Hewan Keliling yang ditempatkan di lima kota administrasi. Layanan tersebut menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan hewan, mulai dari pemeriksaan darah, ultrasonografi (USG), vaksinasi, hingga sterilisasi dengan tarif yang terjangkau.
Francine menyebut hadirnya Mobil Klinik Hewan Keliling merupakan usulan yang telah diperjuangkan sejak 2025 melalui Komisi B DPRD DKI Jakarta.
"Ini hasil perjuangan panjang PSI di DPRD DKI Jakarta yang sejak tahun lalu telah mengusulkan Moyanvet atau Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta," ujarnya.
Selain mendorong peningkatan fasilitas layanan kesehatan hewan, Francine mengatakan pihaknya juga mengawal program sterilisasi kucing gratis di Jakarta. Ia menyebut kuota sterilisasi meningkat dari 9.000 ekor pada 2024 menjadi 21.000 ekor pada 2025, dan kembali naik menjadi 23.000 ekor pada 2026.
(bel/azh)















































