Ulama dan Tokoh Indonesia Minta Perang AS-Iran Dihentikan Jelang Haji 2026

5 hours ago 4

Jakarta -

Sejumlah tokoh Indonesia dan ulama berkumpul di rumah Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia HE. Faisal Abdullah Amody. Mereka menyerukan perdamaian menjelang ibadah haji 2026.

Hal itu disampaikan para tokoh dan ulama di acara halalbihalal dan silaturahmi Dubes Faisal dengan para tokoh, ulama, pimpinan ormas Islam, pimpinan pesantren, di kediamannya di wilayah Jakarta, Rabu (15/4/2026). Ada Ketua MPR RI hingga pimpinan pondok pesantren hadir dalam acara ini.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons gagalnya perundingan damai antara Iran dengan Amerika dan Israel yang dilaksanakan di Pakistan beberapa hari yang lalu sebagai hal yang negatif. Muzani menyerukan agar gencatan senjata sementara dalam waktu 2 minggu yang tengah terjadi antara Iran dan AS-Israel, menjadi gencatan senjata yang permanen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muzani juga mengapresiasi Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, yang secara arif dan bijak menyikapi perang yang tengah terjadi di Timteng.

Hal senada juga disampaikan, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz. Dia mengatakan momentum Haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia, dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua tanah suci di Saudi Arabia.

"Semua negara harus menjadikan Saudi Arabia sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, khususnya yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026", ucap Pengasuh Pesantren Tebuireng yang akrab disapa Gus Kikin.

"Mengingat umat Islam akan memasuki musim haji, kita harapkan perang bisa segera berakhir, kita meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam perang untuk segera menghentikannya," tegas Kiai Kikin.

Dalam pertemuan ini, para ulama, pimpinan ormas Islam dan pesantren meminta semua pihak untuk menghormati proses ibadah haji yang akan segera berlangsung, serta menghormati kedaulatan setiap negara khususnya Saudi Arabia.

Para tokoh berbagai elemen dan daerah tersebut juga menambahkan, bahwa perang hanya membawa keburukan kepada semua pihak, dampak perang akan merugikan semua pihak, hal ini terbukti dari krisis energi, ekonomi, peradaban, dan kemansiaan.

Sementara itu, Presiden PKS Almuzammil Yusuf menyatakan bahwa menyerang Arab Saudi khususnya Makkah dan Madinah atau mengganggu Arab Saudi yang berdampak pada terganggunya prosesi ibadah haji adalah kejahatan serius dan musuh umat Islam secara keseluruhan.

Almuzzammil Yusuf meminta Indonesia dan negara-negara OKI agar mempelopori dan menyerukan kepada dunia untuk menjamin keamanan Arab Saudi yang sebentar lagi akan memulai ibadah haji.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) juga meminta secara khusus agar Amerika-Israel dan Iran berhenti untuk perang, karena berdampak kepada seluruh dunia. Dia juga mengecam serangan militer yang malah menyasar fasilitas umum atau fasilitas non militer baik di Iran maupun di Saudi Arabia, karena itu merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional.

"Karenanya sudah lama saya menolak serangan militer ke sasaran non militer, fasilitas umum baik terhadap Iran seperti ke Sekolah atau Rumah Sakit, maupun terhadap Saudi Arabia yang menyasar Aramco dll. Dan mestinya Iran focus menyerang balik ke Israel saja", kata HNW.

Di momen ini para ulama dan tokoh sepakat untuk terus mendukung Arab Saudi melayani Haramain asySyarifain, dan berharap Arab Saudi juga berperan lebih efektif dalam menyelamatkan dan membebaskan Masjid al-Aqsha dari penguasaan Israel, yang juga akan efektif menggalang persatuan umat Islam di dunia.

Para tokoh yang hadir juga menyampaikan penghargaan kepada Saudi Arabia karena telah menjaga haramain atau dua tanah suci dengan sempurna.

Untuk diketahui, para tokoh yang hadir dalam acara ini adalah Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, Presiden PKS dan Anggota DPR RI Komisi XIII Almuzzammil Yusuf, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI Anwar Sadad, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.

Kemudian, Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, Waketum MUI KH Marsudi Suhud, Pimpinan Pesantren Darul Hikmah dan Waketum Jatma ASWAJA KH Ali Mas'adi, Pengasuh Pesantren Al-Bahjah Buya Yahya, Ketua Umum Jatti KH. Bachtiar Nasir.

Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Kuningan Jabar/Presiden Asosiasi Pengasuh Pesantren Indonesia KH. Tata Taufiq, Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta KH. Sofwan Manaf, Pengasuh Pesantren Al-Amien Prenduan Madura KH. Fauzi Tidjani, Wakil Ketua PWNU Aceh KH Iskandar Zulkarnain, KH. AR. Hasan, Pimpinan Yayasan Islam Al-Ihsan Jakarta Utara KH. Anizar Masyhadi, Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang.

(zap/fjp)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |