Trump Ngadi-Ngadi, Mau Pilih Pemimpin Tertinggi Iran Setelah Khamenei

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi. Ia mengklaim memiliki hak suara dalam menentukan pemimpin tertinggi Iran berikutnya setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu di Teheran.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump menegaskan bahwa dirinya harus terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran. Ia bahkan menolak putra Khamenei yang sebelumnya digadang-gadang menjadi sosok kuat pengganti.

"Saya harus terlibat dalam penunjukan itu," kata Trump, seperti dikutip AFP, Jumat (6/3/2026).

"Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Mojtaba Khamenei akan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Trump bahkan menyebut Mojtaba sebagai sosok yang "tidak berbobot".

Trump juga membandingkan situasi Iran dengan Venezuela, merujuk pada kerja sama yang pernah ia lakukan dengan Delcy Rodríguez setelah pemerintahan Nicolás Maduro diguncang tekanan Washington. Perlu diketahui, Rodriguez adalah Wakil Presiden Venezuela saat AS menculik Maduro dan mengadilinya di New York.

Pernyataan Trump tersebut memperlihatkan bahwa Washington tidak sepenuhnya menutup kemungkinan bekerja sama dengan tokoh dari dalam Republik Islam Iran, selama sosok tersebut dinilai bisa membawa stabilitas. Namun Trump juga memperingatkan bahwa konflik baru dapat terjadi bila Iran tidak memiliki pemimpin yang dianggap lebih moderat.

Di sisi lain, konflik di kawasan Timur Tengah terus meluas. Israel meningkatkan serangan terhadap Iran dan kelompok yang berafiliasi dengannya, termasuk Hezbollah di Lebanon. Militer Israel bahkan mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran bagi warga di wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis kuat Hizbullah.

Wilayah lain, mulai dari Teluk Persia hingga Kaukasus, juga tak luput dari konflik. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bahkan menuduh Iran melakukan "terorisme" setelah sebuah drone menghantam bandara di negaranya.

Di kawasan Teluk, beberapa negara juga melaporkan serangan rudal dan drone. Qatar mengatakan berhasil mencegat serangan rudal yang mengarah ke ibu kota Doha, sementara serpihan drone yang jatuh melukai enam orang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |