Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN Modifikasi Penggiling Batu Bara PLTU

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) melakukan modifikasi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mencegah terulangnya insiden pemadaman listrik.

Perseroan melakukan retrofit atau penyesuaian teknis pada unit pembangkit eksisting agar mampu mengonsumsi batu bara kalori rendah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas tren penurunan produksi batu bara dengan kandungan kalori menengah dan tinggi 4.500 kcal/kg ke atas. Sementara tren pasokan yang lebih besar saat ini yaitu batu bara dengan kalori rendah.

Setidaknya, ada 2 PLTU yang dilakukan retrofit, yakni PLTU Suralaya 6 dan 7, dan tak menutup kemungkinan berlanjut di PLTU lainnya.

"Kami sudah melakukan retrofit yaitu pembangkit PLTU Suralaya 6 dan 7 yaitu dengan mengubah mill-nya. Suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek (KKP) di seluruh pembangkit PT PLN Persero," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Melalui modifikasi perangkat penggiling batu bara tersebut, PLTU Suralaya sudah mampu menggunakan batu bara kalori rendah (low rank coal) di kisaran 4.100 hingga 4.300 kcal/kg. Padahal, sebelumnya unit pembangkit tersebut membutuhkan spesifikasi kalori yang lebih tinggi yakni di level 4.600 hingga 4.800 kcal/kg.

"Karena semakin hari pasokan dari batu bara dengan kalori tinggi, menengah semakin menipis. Nah, untuk itu kami melakukan adjustment pada pembangkit-pembangkit kami dengan tujuan jangan sampai terulang kembali," katanya.

Selain penataan mesin, PLN melakukan optimalisasi operasional pembangkit pada waktu beban rendah antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Kelebihan daya yang dihasilkan pada jam tersebut disimpan ke dalam sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 Giga Watt hour (GWh) atau setara 500 Mega Watt (MW) untuk memperkuat cadangan daya.

"Ini meningkatkan keandalan sistem di mana ada ruang pembangkit-pembangkit yang masih under utilize sehingga bisa dioptimalkan untuk ditangkap energinya," paparnya.

Perusahaan memastikan, kondisi kelistrikan khususnya di Pulau Jawa sudah kembali stabil. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sistem selama 24 jam penuh guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Kondisi sistem kelistrikan Jawa terutama di Jawa ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026. Nah, tentu saja kondisi ini secara bersama-sama terus kami jaga dan juga kami tingkatkan melalui program penguatan keandalan sistem," pungkasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |