Harga BBM Naik, Jualan Mobil Listrik Langsung Laku Keras

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga minyak imbas perang di Timur Tengah membawa 'berkah' bagi industri mobil listrik (EV). Tesla yang selama dua tahun terakhir mencatat penurunan kinerja penjualan, akhirnya bangkit dari keterpurukan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2026), Tesla melaporkan pengiriman unit EV yang memecahkan rekor dan melampaui estimasi Wall Street untuk kuartal kedua (Q2) 2026. Pasar Eropa memimpin kinerja Tesla dalam periode 3 bulan terakhir.

Kinerja moncer divisi otomotif Tesla memberikan bantalan penting di saat CEO Elon Musk berfokus pada ambisi 'mahal' di bidang teknologi kemudi otonom (AV) dan kecerdasan buatan (AI).

Pemulihan Tesla di Eropa terbantu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), insentif pemerintah untuk EV, percepatan elektrifikasi armada perusahaan, serta meredanya reaksi negatif konsumen terkait pandangan politik sayap kanan CEO Elon Musk pada tahun lalu.

Kendati demikian, saham Tesla anjlok 7% pada perdagangan midday pada Kamis (2/7) waktu setempat. Analis dan investor mengatakan optimisme pasar sudah lebih dulu terjadi melalui kenaikan saham 12% pada awal pekan ini.

"Menurut saya, pertumbuhan pesat di Eropa merupakan pendorong utama bagi Tesla saat ini. Penjualan di AS tampaknya masih turun, meskipun penurunannya tidak separah penurunan pasar EV AS secara keseluruhan. Sementara itu, China mencatat pertumbuhan kecil," ujar Seth Goldstein, analis ekuitas senior di Morningstar.

Goldstein sebelumnya memperkirakan penurunan tahunan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut untuk unit EV Tesla. Namun, penilaiannya berubah setelah laporan penjualan Q2 2026 Tesla diumumkan.


"Menurut saya, sangat kecil kemungkinannya akan terjadi penurunan untuk keseluruhan tahun ini," ujarnya.

Tahun lalu, Tesla meluncurkan varian dengan spesifikasi lebih sederhana dan harga lebih rendah untuk sedan kompak Model 3 serta SUV Model Y, sembari menawarkan insentif dan opsi pembiayaan yang menarik.

"Strategi harga dan produk mereka membantu pembeli mengatasi keraguan apa pun yang mungkin mereka miliki terkait sosok Elon Musk secara pribadi," ujar Sam Fiorani, wakil presiden di perusahaan riset AutoForecast Solutions.

Namun, permintaan di AS yang merupakan pasar terbesar Tesla tetap lesu setelah penghapusan kredit pajak EV pada akhir tahun lalu. Para analis menilai penghapusan insentif tersebut masih terus membebani angka penjualan, sementara sejumlah pembaruan pada lini model yang sudah lama beredar telah mendorong kinerja yang lebih kuat di pasar China.

"Kami memperkirakan penjualan Tesla di AS kemungkinan turun setidaknya 10% pada kuartal tersebut," ujar analis senior Freedom Broker, Dmitriy Pozdnyakov.

Tesla meluncurkan varian enam kursi Model Y di AS baru-baru ini. EV dengan tiga baris kursi dan jarak sumbu roda lebih panjang, yang disebut Model Y L, telah mendorong angka pengiriman Tesla di China dan diharapkan dapat membantu memulihkan permintaan di AS.

Perusahaan mengirimkan 480.126 kendaraan pada periode April-Juni, sebuah rekor untuk Q2 dan meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar 402.776 kendaraan, menurut data Visible Alpha.

Tesla memproduksi 451.758 kendaraan selama kuartal tersebut. Jumlah pengiriman melampaui angka produksi sebanyak lebih dari 28.000 unit, sehingga perusahaan mengurangi inventaris yang telah mereka kumpulkan selama Q1.

Penjualan EV buatan China milik perusahaan tersebut meningkat tahun ini, didorong oleh produksi Model Y versi pembaruan, meskipun terdapat persaingan ketat dari BYD dan produsen mobil domestik lainnya.

Perusahaan menyatakan akan melaporkan kinerja kuartalan pada 22 Juli mendatang setelah penutupan pasar.

Fokus Tesla telah meluas jauh melampaui sekadar pembuatan mobil. Perusahaan diperkirakan akan mengalokasikan lebih dari US$25 miliar untuk belanja modal pada 2026, hampir tiga kali lipat dari angka US$8,5 miliar tahun lalu, guna memperluas infrastruktur AI, produksi baterai, manufaktur Cybercab, serta pengembangan robot Optimus.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |