Jakarta -
Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Balel), Kombes Norul Hidayat, diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 karena kedisiplinan dan ketegasannya. Kombes Norul berupaya memberantas praktik pungutan liar (pungli) hingga menekankan soal moral bagi peserta didik SPN.
Kesaksian mengenai integritas dan kedisiplinan Kombes Norul disampaikan oleh jajaran SPN Polda Babel hingga warga sipil. Kombes Norul disebut menekankan kepada jajaran untuk menghindari pungli.
"Selama ini kan saya menjabat sebagai Kaurmin di SPN, sepengetahuan saya untuk hal-hal yang seperti pungli, atau penyelewengan dana dan lain sebagainya setahu saya beliau tidak pernah melakukan, atau istilahnya mencoba-coba untuk mengakali seperti itu," kata PS Kaurmin SPN Polda Babel, Ipda Oktario Wibowo, kepada detikcom, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pandangan Ipda Oktaria, Kombes Norul adalah sosok perwira yang sangat menaati aturan. Kombes Norul Hidayat disebut menekankan untuk melaksanakan tugas dengan disiplin dan menghindari hal-hal yang melanggar aturan.
"Beliau mewanti-wanti kami, kebetulan saya pernah jadi Danki pengasuh kan, beliau mewanti-wanti, 'jangan sampai kalian itu menjembatani saya untuk hal-hal yang maksudnya pemberian baik berupa uang atau apapun dari Serdik ke saya', ke dianya, ke Pak Norul," ucap Ipda Oktario.
Ipda Oktaria mengingat arahan dari Kombes Norul tersebut. Sebab, kata dia, harga diri sebagai tenaga pengajar di SPN harus dijaga.
"Jadi kami nggak berani, udah ditekankan beliau dari awal kan. Jadi untuk hal-hal seperti itu nggak berani kita. Beliau menekankan ke kami, beliau sangat menghargai harga dirinya, kalau ada hal seperti itu, katanya, kita dilecehkan hilang wibawa kita, yang sering dibahas beliau pada saat apel," ucap dia.
"Kalau upaya-upaya seperti itu beliau merasa dihina, beliau merasa tersinggung dan marah pastinya kan. Jangankan dari peserta, kita aja kadang-kadang memfasilitasi atau menjembatani beliau nggak mau, beliau menolak keras," ucap dia.
Sosok yang Sederhana dan Hobi Berkebun
Kombes Norul juga dinilai sebagai sosok pemimpin yang sederhana. Berdasarkan penuturan Ipda Oktario, Kombes Norul hanya menggunakan kendaraan dinas sejak awal bertugas di SPN Babel.
"Beliau juga kan selama ini bepergian ke mana-mana selalu menggunakan kendaraan dinas, beliau tidak mempunyai mobil, motornya cuma satu, dengan pangkat Kombes beliau nggak punya apapun kan," ucap dia.
Di sela-sela waktu luang, Kombes Norul disebut menghabiskan waktu untuk berternak dan berkebun. Dia memanfaatkan lahan kosong di SPN Bangka Belitung.
"Dibuatnya berkebun, saya lihat itu kan jarang ya seorang Kombes yang bisa seperti itu, dia tidak pernah merepotkan anak buahnya, sebenarnya bisa aja dia perintahkan kami, beliau nggak, beliau mengerjakan sendiri," ucap dia.
"Jadi kita ngelihatnya kayak gimana, seorang Kombes pakai training, baju kaos, pergi dia ke kebon pakai sepatu boot itu kan. Bahkan pernah ada Serdik yang lagi Dikbang di sini, yang waktu beliau baru-baru di SPN ini, mereka pikir beliau itu tukang kebun. Bayangkanlah kan gimana tampilan beliau kan, saya rasa lebih dari sederhana lagi," lanjutnya.
Kepala SPN Polda Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat (paling kanan) mengelola lahan SPN untuk ketahanan pangan. (Foto: dok. Istimewa)
Ajarkan Kedisiplinan dan Tepat Waktu
Sebagai Kepala SPN Babel, Kombes Norul disebut selalu menekankan kepada tenaga pengajar dan peserta didik untuk menjaga integritas. Mereka juga diminta untuk tepat waktu dalam melaksanakan tugas.
"Ke Gadik, ke kami ditekankan masalah integritas, ketepatan waktu ya kan, terus juga seperti jaga maruah, jaga harga diri jangan sampai kita mau dikasih sama mereka kan," ucap dia.
Peserta didik juga selalu diajarkan untuk menjalankan perintah agama dan menjaga kedisiplinan. Bagi peserta didik yang beragama Islam, diimbau melaksanakan salat lima waktu di masjid.
"Beliau sangat cerewet untuk urusan salat, salat 5 waktu itu tidak ada alasan untuk Serdik tidak melaksanakan salat kecuali sakit betul, sakit parah sehingga tidak bisa berjalan. Beliau di sini juga selain Ka SPN beliau juga sebagai imam kami di masjid," kata dia.
Kampanyekan 'No Pungli'
PS. Pamin Subbag Minsis Korsis SPN Polda Kep. Babel, Aipda Budi Oktorindo, juga memberikan kesaksian mengenai integritas dan kesederhanaan Kombes Norul Hidayat. Budi menyebut Kombes Norul adalah pemimpin yang bisa dijadikan contoh yang baik.
"Bisa dibilang sangat sederhana sekali untuk pejabat dengan pangkat Kombes, beliau ini sangat sederhana sekali mungkin bisa menjadi contoh juga bagi polisi, bahwa dengan punya pangkat itu tidak harus bergaya parlente, tidak bergaya mewah," jelas Aipda Budi.
Selama lebih dari 2 tahun menjabat Kepala SPN Polda Lampung, Kombes Norul disebutkan menghindari acara yang mengeluarkan anggaran besar. Aipda Budi menyebut Kombes Norul menekankan untuk hemat dan efisiensi dana.
"Kalau kayak pesta-pesta, mungkin selama kepemimpinan beliau di sini, jaranglah kami yang buat acara yang sewa ini, sewa itu, beliau lebih mengedepankan hemat, dari segi DIPA kan beliau diturunkan semua ke kami, tidak potongan komando, bayar ini bayar itu," katanya.
Kepala SPN Polda Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat saat apel di SPN Babel (Foto: dok. Istimewa)
Budi menyebut Kombes Norul juga mengimbau untuk berani melapor jika ditemukan adanya indikasi pungli. Imbauan 'no pungli' juga dikampanyekan untuk mengubah citra SPN Babel.
"Sebelum kepemimpinan beliau ada terjadi begitulah, kan ada bilang 'SPN ini banyak pungli, setiap mau pendidikan banyak habis uang segala macam', beliau ini mempelopori no pungli, kalau ada pungli silakan dilaporkan, karena kan Propam sudah ada barcode untuk laporan. Beliau membuka selebar-lebarnya, jika beliau maupun personel yang memang ada indikasi, silakan dilaporkan," ujar dia.
Salah satu cara untuk mencegah pungli itu, Kombes Norul menjelaskan secara detail kepada orang tua siswa mengenai biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang didapatkan peserta didik. Mereka diminta melapor jika terjadi penyimpangan.
"Nggak boleh (pungli), malahan di awal pendidikan, orang tua dipanggil, dijelaskan ini anggaran yang siswa dapat, ini fasilitas yang diterima siswa apa saja, jadi transparan dari awal. Kalaupun ada personel yang bermain tidak sesuai dengan dipaparkan beliau, silakan dilaporkan," kata Budi.
Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Bamin Urmintu Subbagrenmin SPN Polda Kepulauan Babel, Briptu Bagus Rachmat Rayanto. Dia mengatakan Kombes Norul berupaya agar tak ada pungli di SPN.
"Tidak bisa dipungkiri kita sudah monitor semua, sudah tahu semua, sebelum dipimpin beliau SPN kita pernah terjatuh musibah, tentunya ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi Ka SPN setelahnya yaitu Pak Kombes Pol Norul Hidayat, tentunya mengembalikan citra SPN kembali dan dinilai masyarakat, beliau menekankan zero atau no pungli," kata Bagus kepada detikcom.
Kombes Norul disebut berupaya memberikan transparansi kepada orang tua siswa SPN. Para peserta didik dilarang memegang uang tunai di lingkungan SPN.
"Sampai sekarang alhamdulillah, apa yang beliau lakukan selama menjabat sebagai Ka SPN memang luar biasa, transparansi kepada orang tua siswa, bahkan siswa tidak boleh membawa uang cash ke SPN, itu inovasi beliau, semua menggunakan transfer, sehingga orang tua memonitor dari HP masing-masing uang yang masuk dan yang keluar," ucap dia.
"Begitupun dengan anggota jangan sekali-sekali ketahuan dalam tanda kutip pungli, tentu dengan disiplin beliau tentu akan ada hukuman bagi anggota yang melanggar. Jadi luar biasa dari sisi kepemimpinan dalam hal menghilangkan pungli tadi yang sudah pernah melekat di SPN," kata Bagus.
Tertib Administrasi
Briptu Bagus mengatakan bahwa Kombes Norul juga menekankan tertib administrasi. Arahan dari Kombes Norul adalah administrasi di SPN harus dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Beliau (di SPN Babel) udah 2 tahun lebih. Kalau dari saya pribadi, karena staf administrasi, saya udah 7 tahun dinas di SPN, saya merasakan setelah kepemimpinan beliau ini masalah administrasi itu sangat rapi, tentunya kami juga banyak belajar seperti ini SOP-nya, tata cara tertib administrasi organisasi. Di zaman beliau kita bekerja berdasarkan SOP dan rujukan," ucap dia.
Bagus menyebut perubahan juga terjadi di bidang fasilitas di SPN setelah Kombes Norul menjabat. Menurutnya, fasilitas dan pembangunan kian ditingkatkan.
"Begitupun juga pembangunan di SPN dari fasilitas, beliau tipikal orangnya yang memang beliau kejar ya, memang itu bisa, harus wajib anggota bekerja agar meningkatkan fasilitas yang ada di SPN," ucap dia.
Tekankan Moralitas ke Peserta Didik Polri
Orang tua siswa SPN, Latif, juga memberikan kesaksian yang sama mengenai pola pengajaran yang dilakukan Kombes Norul. Dia menyebut Kombes Norul sangat transparan kepada orang tua siswa.
"Kalau dalam pola pendidikan beliau sangat transparansi dan berintegritas. Dalam mendidik anak-anak kami dan kesehariannya beliau taat ibadah, para siswa dituntut tiap hari shalat 5 waktu, dan salat sunah tahajud dan belajar mengaji," kata Latif kepada detikcom.
Kombes Norul juga disebut dekat dengan siswa. Orang tua siswa menilai pola asuh yang diajarkan oleh Kombes Norul sangat baik.
"Beliau sangat interaktif kepada siswa. Malah beliau yang membangunkan siswa untuk shalat tahajud tiap malam. Pola asuhnya sangat baik," kata dia.
Orang tua peserta didik juga melihat Kombes Norul adalah sosok yang sederhana. Para siswa juga diajak berkebun oleh Kombes Norul di lahan SPN tersebut.
"Beliau selalu mengajarkan kejujuran kepada semua siswa dan para pengasuh. Beliau sangat sederhana dan para siswa diajak untuk berkebun di sekitar SPN," pungkasnya.
Upaya Berantas Pungli dan Korupsi
Kombes Norul memaparkan sejumlah upaya yang dilakukan ketika sejak menjabat sebagai Kepala SPN Babel. Kombes Norul menekankan pentingnya pendidikan karakter, komitmen dalam bersikap dan kredibilitas.
"Pertama yang saya lakukan di SPN itu istilahnya menghapus pungli terlebih dahulu, jadi pungli kepada peserta didik kita hapuslah sama sekali, kalau bahasa saya kita zero-kan di situ," kata Kombes Nurol kepada detikcom.
Bagi Kombes Norul, SPN akan menghasilkan para pejuang pembangun peradaban. Sehingga, kata dia, para peserta didik yang nantinya akan menjadi polisi harus diajarkan tentang kedisiplinan, moral dan integritas.
"Kalau di dalam lembaga pendidikannya sendiri sudah diajarkan yang tidak baik pasti nanti dia balas dendam nanti kepada masyarakat. Jadi di situ pungli kita hapuskan," ucap dia.
Kepala SPN Polda Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat (Foto: dok. Istimewa)
Kombes Norul mengaku juga berupaya menghapuskan korupsi di SPN. Salah satu langkah yang dilakukan adalah transparansi anggaran di SPN.
"Yang kedua harus kita hapuskan di SPN itu masalah korupsi, karena (pemberantasan) korupsi sudah kebijakan nasional, juga keinginan masyarakat, istilahnya uang yang dipergunakan dalam rangka mendidik itu bahasanya dari pajak masyarakat, jadi kita harus mempertanggungjawabkan uang itu untuk menghasilkan kualitas didik yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pimpinan, instansi dan masyarakat," ucap dia.
Dalam upaya pemberantasan pungli, pencegahan korupsi dan mengajarkan peserta didik, Kombes Norul selalu menekankan nilai-nilai ke-Bhayangkaraan. Dia juga menerapkan ajaran Ki Hajar Dewantara.
"Kalau seorang guru itu kan ing madya mangun karso tut wuri handayani, jadi di depan guru itu harus memberikan teladan, di tengah bisa mendorong, di belakang kita harus memberikan semangat. Karakter sebagai guru ini yang harus kita tanamkan," ucap Kombes Norul.
"Karena ada filosofi bahwa kalau pengen melihat perilaku polisi itu harus dilihat dari prilaku masyarakatnya. Di dalam lembaga pendidikan kita harus bisa melihat prilaku gurunya, gurunya seperti apa ya itu nanti hasil didiknya, jadi karakter guru harus betul-betul saya tanamkan," jelasnya.
Perhatikan Masalah Kesejahteraan
Upaya lain yang dilakukan Kombes Norul untuk mengatasi pungli dan mencegah korupsi adalah memperhatikan kesejahteraan personel di SPN. Kombes Norul memanfaatkan pengolahan limbah hingga mengolah lahan di sekitar SPN untuk pertanian.
"Yang saya tanamkan juga masalah kesejahteraan. Di awal saya bilang pungli udah nggak bisa, korupsi udah nggak bisa, berarti saya harus tetap memperhatikan kesejahteraan para anggota ini. Jadi di SPN kita memberdayakan limbah dari kantin, limbah dari rutan, kita berdayakan itu, kita olah sedemikian rumah, kita manfaatkan lahan. Untuk sementara hasilnya belum ada untuk kita nikmati," kata dia.
Kombes Norul sendiri turun tangan dalam pengolahan lahan pertanian tersebut. Ini dilakukan agar para anggota mengikuti, karena bagi Kombes Norul, seorang pemimpin harus memberikan contoh dan aksi langsung.
"Kalau kita kelola lahan bisa menghasilkan cuan kalau bahasa sekarang, tanpa harus menghasilkan yang negatif tadi. Saya harus tetap memberikan kesejahteraan kepada anggota saya. Intinya dalam mengubah sebuah peradaban itu harus ada contoh, kalau tidak ada contoh itu tidak akan terjadi. Kalau hanya sebuah kata dan retorika dan lain sebagainya itu tidak akan terjadi," kata Norul.
Kepala SPN Polda Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat (Foto: dok. Istimewa)
Kombes Norul menyadari bahwa memberantas pungli akan ada berbagai tantangan yang dihadapi. Namun Norul terus menekankan kepada anggotanya untuk taat aturan.
"Memang kendala pasti ada, karena kita mengubah dari sebuah attitude atau kebiasaan dari personel yang lama, namanya juga sudah membudaya, penolakan dari bawah juga pasti ada. Yang jelas sebagai seorang pemimpin kita harus tetap memberikan contoh dan komitmen aja, kalau komitmen tegak lurus ya tegak lurus," jelas dia.
Transparansi dan Libatkan Ortu Peserta Didik
Orang tua peserta didik juga digandeng oleh Kombes Norul. Upaya ini sebagai langkah transparansi dan pemantauan kepada peserta didik.
"Memang transparansi, jadi inti dari sebuah pungli itu implementasinya adalah kita harus transparan masalah penggunaan keuangan. Anggaran yang didapat oleh SPN kita sampaikan betul kepada para orang tua, kepada para peserta didik, ini loh dapat ini, dapat ini, dari transparan itu kita akan mendapatkan feet back," ucap dia.
Kombes Norul juga membuka pengaduan untuk orang tua. Dia menyebut orang tua dan peserta didik bisa membuat laporan jika ditemukan ada dugaan penyimpangan.
"Kita juga membuat laporan pengaduan, umpamanya ada keluhan, umpamanya dari makan, seharusnya telurnya utuh menjadi separo, kita membuat laporan seperti itu. Setiap berapa periode tertentu kita cek, apa yang kamu dapat, ATK dan lain sebagainya," ujar dia.
Kombes Norul juga melibatkan orang tua untuk memantau perkembangan anaknya di SPN. Sebab menurutnya, peran orang tua dibutuhkan untuk membantu memperbaiki hasil didikan di SPN.
"Beban semangat peserta didik ini kita sampaikan kepada orang tua, tahu kalau anaknya ini pintar, semangat dan lain sebagainya. Jadi ada peran orang tua juga membantu memperbaiki hasil didik kita," jelasnya.
Kombes Norul juga melarang peserta didik membawa uang cash di lingkungan SPN. Jika ada transaksi yang dibutuhkan, para siswa akan melakukan via transfer dan dipantau oleh orang tua.
"Memang kita di SPN ini tidak diperbolehkan bawa uang cash, kalau uang cash takut hilang dan sebagainya. Tapi kita suruh bawa ATM, kalau transaksi kan ada SMS-nya, SMS ini kita tembuskan ke HP orang tua, jadi kita kerja sama dengan pihak perbankan, kalau anak transaksi orang tua yang terima," kata dia.
"Umpamanya kalau ada transaksi yang mencurigakan, orang tua itu langsung menghubungi kita, tapi sampai saat ini sih belum ada. Tapi kita sosialisasinya kalau ada transaksi mencurigakan, tiba-tiba umpamanya transaksi 1 juta, ndak mungkin 1 juta di SPN sekaligus, silakan komunikasi saya bilang," pungkasnya.
Simak juga Video Road Barrier di Kota Tua Jadi Ajang Pungli, Pramono Bakal 'Sikat' Pelaku!
(lir/knv)


















































