Jakarta -
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Armia Fahmi mengucapkan terimakasih atas bantuan pemulihan pascabencana yang telah disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial. Bantuan tersebut sangat membantu warga Aceh Tamiang bangkit dari musibah.
"Dengan stimulan (bantuan) yang disalurkan oleh Kemensos, ini sangat membantu mereka (masyarakat)," kata Armia dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026). Armia menuturkan hal tersebut saat audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta.
Pada kesempatan ini, Armia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, diperkirakan korban yang terdampak oleh bencana banjir kurang lebih 75 ribu Kepala Keluarga (KK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perkirakan untuk KK yang terkena atau menjadi korban banjir ada sebanyak 75 ribu," ujarnya.
Sampai saat ini, Kemensos telah menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana berupa bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian rumah, stimulan sosial ekonomi dan santunan bagi korban luka berat dan korban meninggal dunia yang disalurkan dalam dua tahap.
Total nilai keseluruhan bantuan tahap pertama yang sudah disalurkan bagi korban bencana di Aceh Tamiang sebesar Rp128.499.300.000. Rinciannya, yakni bantuan jaminan hidup bagi 47.638 jiwa dengan total nilai Rp64.311.300.000; isi hunian dengan total nilai Rp22.743.000.000 bagi 7.581 KK; stimulan sosial ekonomi sebesar Rp37.905.000.000 untuk 7.581 KK; dan santunan ahli waris sebanyak 236 jiwa dengan total nilai bantuan Rp3.540.000.000.
Sementara itu, bantuan tahap kedua disalurkan secara langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Aceh Tamiang pada Jumat (10/4). Adapun rincian bantuan tahap kedua terdiri dari bantuan jaminan hidup bagi 20.908 jiwa dengan total nilai Rp28.225.800.000.
Lalu, bantuan isi hunian rumah dengan total senilai Rp17.823.000.000 untuk 5.941 kepala keluarga (KK); stimulan sosial ekonomi senilai Rp29.705.000.000 bagi 5.491 KK; dan santunan bagi korban luka berat sebanyak 187 jiwa dengan total nilai Rp935.000.000. Total nilai keseluruhan bantuan yang disalurkan tahap kedua mencapai Rp76.688.800.000.
Ke depan, penyaluran bantuan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak bencana seperti Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan terus dilakukan.
Kemudian, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto, penanganan dan pemulihan korban bencana di Sumatera harus cepat.
"Karena kan perintahnya Pak Presiden kan cepat ya, perintahnya Pak Menteri juga harus cepat," kata Agus Jabo.
Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan bahwa dalam penanganan bencana, Kemensos melakukan dua tahap penanganan. Pertama, saat masa tanggap darurat berfokus pada penyaluran bantuan logistik, pendirian shelter, dan evakuasi.
Kedua, saat masa rehabilitasi atau pemulihan pascabencana, Kemensos memberikan tiga komponen, yaitu bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian rumah, stimulan sosial ekonomi.
"Di luar itu pun, kemudian kita kan punya bantuan reguler, baik bansos per 3 bulan maupun PKH, jadi di Aceh itu juga kita memberikan dukungan darurat dan dukungan reguler," pungkasnya.
Sebagai informasi pertemuan ini turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Fuqanuddin Masulili, Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya, Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang Muhammad Yani, serta stakeholder terkait lainnya.
(akd/ega)


















































