Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Serukan Kampanye Anti Perang AS Vs Iran

5 hours ago 1

Jakarta -

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menemui mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kediamannya di Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam pertemuan itu, Boroujerdi menyerukan kampanye anti perang Amerika Serikat dengan Iran.

"Sebaiknya bagi umat Islam, wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh zionis dan juga bersama, bersama Amerika," ujar Mohammad Boroujerdi, di lokasi, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas sikapnya dalam merespons konflik tersebut. Termasuk, kesiapan untuk menjembatani perdamaian.

"Dan di sini saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang setelah perang Amerika-Israel melawan Iran. Memiliki kesediaan, memiliki kesiapan, menyatakan kesediaannya untuk menjembatani bagi terwujudnya perdamaian, untuk menjadi fasilitator dalam terciptanya perdamaian di wilayah tersebut," jelasnya.

Boroujerdi turut mengapresiasi Din Syamsuddin atas upayanya mendorong perdamaian global. Dia menyebut ada dorongan dari berbagai pihak untuk membentuk gerakan atau aliansi kampanye anti perang terhadap Iran.

"Dan banyak juga teman-teman yang mendesak kita supaya membuat kampanye anti perang terhadap Iran. Oleh karena itu, mungkin ini juga sebagai sebuah momen yang nantinya. Mungkin jika disetujui juga bisa membuat entah aliansi, entah perkumpulan, yang intinya adalah menentang perang anti Iran atau terhadap negara-negara yang lainnya," tuturnya.

Dia mengatakan konflik AS dengan Iran telah berdampak luas hingga ke berbagai negara. Dia juga menyinggung dampak perang tersebut terhadap Indonesia.

"Namun yang perlu kita sesalkan, kita pertanyakan adalah siapa sebenarnya yang menimbulkan dampak ini, penyebab-penyebabnya. Tentunya kita melihat semua bahwa yang memulai peperangan adalah Amerika dan Israel. Oleh karena itu, sebenarnya merekalah yang semestinya bertanggung jawab terhadap dampak-dampak yang terjadi di dunia, termasuk di Indonesia," jelasnya.

"Kita harus juga bijak untuk memilah mana korban dan mana penyebab dari peperangan tersebut. Jangan sampai tertukar kemudian pelaku menjadi korban dan korban menjadi pelaku," tambahnya.

Sementara itu, Din Syamsuddin mengajak umat Islam di Indonesia untuk menjaga persatuan. Din juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh konflik global.

"Oleh karena itu, sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam juga menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat. Kami berharap musibah yang terjadi dan menimpa rakyat Iran sebagai negeri sesama Muslim yang kita rasakan juga sebagai musibah yang menimpa kita, ini segera berlalu," ucapnya.

"Dan Iran, bangsa Iran, umat Islam di Iran bangkit untuk terus-menerus bersama-sama membangkitkan peradaban Islam. Karena Muslim Iran dalam lintasan sejarah adalah yang berperan dan berjasa di dalam mengembangkan dan memajukan peradaban Islam di abad-abad pertengahan," imbuhnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Muhyiddin Junaidi dan Ketua Umum Wanita Islam Marfua Mustofa, serta tokoh agama lainnya.

Lihat juga Video Eks Wakapolri Oegroseno-Din Syamsuddin Jadi Ahli Roy Suryo cs

(dvp/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |