Taman Kota Cawang Diduga Lokasi Asusila, Gerindra Minta Pengawasan Diperketat

2 hours ago 1
Jakarta -

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Ali Lubis meminta Pemprov DKI memperketat pengawasan di Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, setelah disorot kembali menjadi sarang aktivitas asusila. Ali juga meminta pemprov memastikan hal serupa tidak terjadi lagi.

"Soal taman yang di Cawang yang diduga digunakan untuk mesum, saya minta kepada pihak Pemprov Jakarta agar lebih aktif lagi dalam pengawasannya misalnya menugaskan Satpol PP di taman tersebut untuk piket atau berjaga-jaga agar kejadian ini tidak berulang kembali," kata Ali kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur tersebut mendorong pemprov juga melakukan pengawasan di ruang-ruang publik lainnya. Dia mewanti-wanti hal serupa juga rawan terjadi di ruang terbuka lain.

"Dan saya juga meminta pihak Pemprov Jakarta agar segera turun ke lapangan untuk mengecek semua taman-taman yang ada di wilayah Jakarta bukan hanya di daerah Cawang saja. Sebab saya khawatir hal ini juga terjadi di tempat lain, namun tidak viral di media sosial," katanya.

Lebih lanjut, Ali meminta pemprov memperbanyak CCTV di kawasan taman kota. Dengan begitu, kejadian mencurigakan dapat langsung diketahui petugas.

"Jika ada taman-taman yang gelap di Jakarta maka segera pasang lampu, bahkan pasang CCTV di sekitar taman supaya kalau ada kejadian yang aneh-aneh bisa diketahui," ujarnya.

Diketahui, Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, diduga menjadi tempat asusila sejumlah pria. Di dalamnya ditemukan benda-benda diduga digunakan dalam praktik asusila yang dilakukan.

Adapun benda-benda tersebut ditemukan detikcom saat melakukan peliputan ke lokasi pada Sabtu (28/2). Mulanya, detikcom menemukan sebuah bungkusan alat kontrasepsi atau kondom berwarna merah dekat pohon besar di dalam taman.

Selanjutnya, ditemukan juga bungkusan gel atau pelumas bekas pakai. Kemudian ada juga berbagai macam kemasan tisu basah bertulisan Magicmax.

Lalu ditemukan pula alat kontrasepsi jenis kondom yang telah dipakai dan dibuang sembarangan ke tanah. Sementara, di sela-sela batang pohon yang patah, terdapat juga dua botol miras yang masih ada isinya dalam kondisi sudah terbuka tutupnya.

(fca/imk)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |