Silaturahmi Ramadan bersama Tokoh Perempuan, HNW Bahas Stunting & Peran Ibu

3 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M Hidayat Nur Wahid menggelar acara buka puasa bersama. Acara yang digelar di kediaman rumah dinasnya, Jakarta Selatan ini dihadiri para tokoh perempuan, ustaz dan ustazah, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan silaturahmi itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan hingga efektif menjadi ajang mempererat silaturahmi, baik dari unsur ormas perempuan maupun tokoh-tokoh keagamaan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Hidayat Nur Wahid atau yang akrab disapa HNW ini menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan serta menegaskan pentingnya menjaga semangat silaturahmi tidak hanya di bulan Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah berkah Ramadan, memberikan makna kehidupan yang lebih dalam dalam dan bermanfaat, misalnya puasa menjadi ajang kita bisa masif bersilaturahmi. Mudah-mudahan silaturahmi kita tidak berhenti di bulan Ramadan. Para ulama mengingatkan, 'kuunuu rabbaniyyin wa la takuunuu ramadhaniyyin' jadilah hamba Allah yang konsisten sepanjang waktu, bukan hanya di bulan Ramadan," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Selain menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jakarta II ini juga menyoroti isu strategis nasional yang sangat krusial untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045, khususnya persoalan stunting yang masih menjadi tantangan besar bangsa.

Ia menyebut angka stunting Indonesia masih berada di kisaran 21,5 persen dan itu membutuhkan perhatian serius untuk mengatasinya melalui advokasi dan keberpihakan kepada ibu dan anak, terutama dalam masa emas (golden age), yaitu 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Penyelesaiannya harus melalui keberpihakan Negara dan publik kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun. Karena itu kami di Komisi VIII DPR RI mendorong lahirnya Undang-Undang Pemberdayaan Ibu dan Anak. Alhamdulillah sudah menjadi undang-undang. Tinggal bagaimana pemerintah melaksanakannya secara optimal," jelas HNW yang kali ini didampingi oleh sang istri tercinta, Diana Abbas Thalib.

Ia juga menyinggung bahwa amanat umat bisa diperjuangkan oleh para wakil Rakyat di DPR, misalnya dengan DPR memperjuangkan aspirasi Umat berupa penurunan biaya haji demi meringankan beban masyarakat.

"Awalnya pemerintah mengusulkan Rp65 juta. Kita di Komisi 8 DPR alhamdulillah bisa menekan sehingga turun menjadi sekitar Rp54 juta. Ini bagian dari perjuangan kami di DPR sebagai bentuk pelaksanaan amanat rakyat dan pelayanan kepada umat," ungkapnya.

Kesaksian atas keistiqamahan HNW bela umat dan rakyat juga disampaikan oleh tokoh pimpinan Majlis Taklim di Jakarta, Nur Rahmah, antara lain dengan adanya UU Pesantren dengan segala dampak positifnya untuk dunia Pesantren. Kemudian, disetujuinya peningkatan status Direktur Pesantren menjadi Direktorat Jendral Pesantren yang disambut antusias oleh para tokoh yang hadir.

Sementara itu, Diana Abbas Talib, Istri HNW, juga turut menyampaikan hal penting. Dalam kesempatan yang sama beliau mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kesehatan sebagai bagian penting dari ketakwaan.

"Ramadan tidak hanya mengantarkan kita kepada takwa, tetapi juga kepada sehat. Tolong jaga pola berbuka dan sahur sebaik mungkin. Jangan sampai para ibu tidak sehat, karena rumah bisa kehilangan 'lampunya'," pesannya.

Ia pun mengajak para ibu untuk menjadikan bulan suci sebagai momen memperbaiki pola hidup setelah sebelas bulan beraktivitas penuh.

Sebelumnya, acara ini dihadiri sekaligus diberi sambutan oleh Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta Dapil VII. Kemudian, hadir juga Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPP PKS, Eko Yuliarti Siroj, serta Nur Rahmah.

Acara buka puasa bersama ini turut diwarnai oleh hiburan dari grup nasyid Gradasi dan diikuti tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Aan Rohana yang juga merupakan Hakim Mahkamah PKS.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (2/3) ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat, organisasi perempuan, dan para pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, bertakwa, bersinergi dan berakhlak mulia.

Sebagai informasi, sehari sebelumnya, Minggu (1/3), di tempat yang sama, HNW juga menyelenggarakan silaturahmi dengan buka bersama Tokoh Muslimin di Jakarta Selatan; Ketua MUI, Ketua PP Muhammadiyah, Ketua DMI, IKADI, Pemuda Pancasila, dan Pimpinan PKS di Jakarta Selatan.

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |