Setelah Ratusan Tahun, Nyamuk Tiba-Tiba Muncul di Negara Ini

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama berabad-abad, Islandia dikenal sebagai salah satu dari sedikit tempat di dunia yang tidak pernah disinggahi nyamuk. Namun, status unik tersebut berakhir pada Oktober 2025 setelah seorang penggemar serangga menemukan tiga ekor nyamuk di sebuah kebun di wilayah Kjós, dekat Reykjavík.

Melansir Times of India, penemuan itu dilakukan oleh Björn Hjaltason pada 16 Oktober 2025. Saat memeriksa perangkap serangga sederhana di halaman belakang rumahnya, ia melihat seekor serangga yang tampak seperti lalat sedang hinggap di tali yang sebelumnya direndam dalam anggur merah untuk menarik ngengat dan serangga lainnya.

Hjaltason mencurigai serangga tersebut sebagai nyamuk dan menangkapnya. Tidak lama kemudian, dua ekor lainnya ditemukan. Ketiga spesimen tersebut kemudian diserahkan kepada Natural Science Institute of Iceland untuk diperiksa.

Ahli entomologi Matthías Alfreðsson mengidentifikasi ketiganya sebagai Culiseta annulata, spesies nyamuk yang dikenal mampu bertahan dalam kondisi dingin dan banyak ditemukan di wilayah Eropa utara. Temuan tersebut menjadi konfirmasi pertama keberadaan nyamuk di Islandia.

Selama ini, Islandia memiliki kondisi yang sebenarnya menyediakan banyak habitat potensial bagi nyamuk, mulai dari danau, lahan basah, sungai, hingga lembah yang terlindung. Namun, kondisi lingkungan dan pola musim yang selama ini dianggap tidak mendukung siklus hidup nyamuk membuat negara tersebut tetap menjadi pengecualian di antara negara-negara beriklim utara.

Spesies Culiseta annulata sendiri memiliki kemampuan beradaptasi terhadap suhu rendah. Nyamuk ini dapat bertahan melewati musim dingin dengan berlindung di tempat seperti ruang bawah tanah, lumbung, maupun bangunan tambahan.

Meski demikian, wisatawan tidak perlu membayangkan Islandia akan segera berubah menjadi destinasi tropis yang dipenuhi nyamuk. Hingga kini, para ilmuwan belum memastikan apakah ketiga serangga yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari populasi nyamuk yang telah menetap dan berkembang biak di Islandia.

Penemuan di tengah rekor suhu

Munculnya nyamuk tersebut terjadi ketika Islandia sedang mengalami perubahan iklim yang cukup mencolok.

Menurut penilaian resmi Icelandic Meteorological Office, tahun 2025 menjadi tahun terhangat di Islandia sejak pencatatan menggunakan instrumen dimulai. Suhu rata-rata nasional mencapai 5,2°C, sekitar 1,1°C lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 1991-2020.

Empat dari lima tahun terhangat dalam catatan Islandia kini terjadi sejak awal abad ke-21. Tahun 2025 juga mencatat sejumlah rekor musiman dan bulanan, termasuk musim semi terpanas yang pernah tercatat secara nasional. Pada 16 Agustus, suhu bahkan mencapai 29,8°C di Bandara Egilsstaðir.

Dalam penilaian iklim jangka panjangnya, kantor meteorologi tersebut juga mencatat tren pemanasan yang signifikan sejak sekitar 1980, dengan laju sekitar 0,47°C per dekade.

Meski demikian, para ilmuwan berhati-hati untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa penemuan nyamuk tersebut disebabkan oleh perubahan iklim. Suhu yang lebih hangat dapat menjadi salah satu faktor yang mengubah kondisi lingkungan, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan sebab-akibatnya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |