Amerika Berubah 180 Derajat, Tiba-Tiba Ikut Cara China

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Meta dan Nvidia, menghadirkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat diunduh secara gratis oleh pengembang melalui ekosistem terbuka (open-source). Strategi ini mirip seperti yang selama ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan asal China.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya perusahaan teknologi AS untuk bersaing dengan model AI open-source asal Negeri Tirai Bambu, seperti DeepSeek, Moonshot AI, dan Qwen milik Alibaba.

Peluncuran tersebut dilakukan hanya beberapa pekan setelah sejumlah raksasa teknologi AS meminta pemerintah agar tidak memberlakukan pembatasan dini terhadap model AI open-weight, termasuk yang berasal dari China.

Model AI open-source ala China menjadi kontras dengan model AI tertutup (proprietary) milik OpenAI dan Anthropic asal AS yang saat ini mendominasi pasar.

Dalam surat terbuka yang dirilis pada 24 Juli, konsorsium perusahaan teknologi menyatakan bahwa AI open-weight justru dapat memperkuat daya saing Amerika Serikat.

"Era AI bisa menjadi era kemakmuran. Dengan pilihan kebijakan yang tepat, AI open-weight dapat memperluas peluang, memperkuat persaingan, memperpanjang kepemimpinan teknologi Amerika, mengurangi risiko, dan memastikan manfaat teknologi luar biasa ini dibagikan secara luas di seluruh perekonomian," tulis mereka, dikutip dari CNBC International, Jumat (21/8/2026).

Terkait teknik pelatihan AI yang dikenal sebagai distillation, mereka menyebut metode tersebut sebagai teknik yang digunakan secara luas untuk peningkatan, evaluasi, dan validasi model.

Isu open-source AI memang menjadi perdebatan sengit di Silicon Valley hingga Washington. Para pengkritik menilai model AI asal China berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional, sementara praktik distillation dianggap dapat menyerupai pencurian kekayaan intelektual (IP).

Namun, banyak pelaku industri berpendapat bahwa membatasi penggunaan model AI justru akan merugikan Amerika Serikat dan memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada segelintir perusahaan raksasa.

Meta pada Senin memperkenalkan Muse Glimmer sebagai bagian dari strategi membuka model AI terkuatnya kepada komunitas open-source. CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan perusahaan akan membuka bobot (weights) model AI terbaru mereka, Muse Spark 1.2.

Weights merupakan parameter yang menentukan cara kerja dan perilaku suatu model AI.

Sehari kemudian, Nvidia meluncurkan Nemotron 3.5 Lightning, yang merupakan bagian dari keluarga model Nemotron 3 yang pertama kali diperkenalkan pada Desember tahun lalu.

Nvidia menegaskan model mereka benar-benar open-source karena perusahaan juga merilis dataset pelatihan, teknik pelatihan, dan bobot model agar dapat diperiksa langsung oleh para pengembang.

Meski demikian, Meta dan Nvidia masih harus membuktikan bahwa model mereka mampu menarik pengguna di tengah pesatnya popularitas model AI asal China seperti DeepSeek, Moonshot AI, dan Qwen.

CEO Box Aaron Levie optimistis langkah Meta akan mendapat sambutan positif. Menurutnya, Muse Spark 1.2 merupakan model yang sangat kuat dan mampu menyaingi model AI papan atas dari Anthropic maupun OpenAI.

Model yang dirilis Meta dan Nvidia pekan ini berukuran lebih kecil dan dirancang untuk berjalan di laptop, termasuk untuk mendukung agen digital yang bekerja langsung di dalam perangkat (on-device).

"Ada komitmen yang sangat kuat bahwa Amerika akan memiliki model open-source yang mendekati level terdepan," kata Levie.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |