Jakarta, CNBC Indonesia - Pekerja produsen chip SK Hynix di Korea Selatan akan menerima setidaknya 60% dari bonus tahun ini dalam bentuk saham. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan skema pembayaran uang tunai.
Berdasarkan perhitungan Reuters, para pekerja diperkirakan akan menerima bonus rata-rata setidaknya 779 juta won (sekitar Rp 9,9 miliar) pada 2026 ini.
Juru bicara produsen chip memori tersebut menyebutkan bahwa kesepakatan ini masih harus disetujui melalui pemungutan suara (voting) oleh anggota serikat pekerja.
Bonus tahun ini akan dibagikan dalam beberapa skema:
-
40% dibayarkan dalam bentuk uang tunai.
-
40% dibayarkan dalam bentuk saham.
-
20% sisanya dibayarkan dalam bentuk saham sebagai kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation), yakni setengahnya dicairkan setelah satu tahun dan setengahnya lagi pada dua tahun kemudian.
Selain itu, kesepakatan tersebut mencakup kenaikan gaji pokok sebesar 6,2%. Terdapat pula klausul yang mengizinkan perusahaan menunda pembayaran hingga 3% dari gaji jika perusahaan mengalami kerugian.
"Serikat pekerja dan manajemen berhasil menemukan terobosan secara mandiri tanpa bergantung pada mediasi atau pihak eksternal," ungkap pihak perusahaan, dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026).
Demo Besar-besaran Soal Bonus
Sebelumnya, para pekerja resmi meluncurkan serikat buruh baru pada Kamis (13/8) waktu setempat, demi menyatukan barisan karyawan dari berbagai divisi dan lokasi untuk memperkuat daya tawar di hadapan manajemen.
Mengutip situs resminya, yang dilaporkan Reuters, hampir 2.500 pekerja SK Hynix telah terdaftar dalam serikat baru ini usai mengantongi izin dari pemerintah setempat. SK Hynix sendiri mempekerjakan sekitar 35.000 karyawan di Korea Selatan.
Berbeda dengan serikat pekerja lama yang terkotak-kotak berdasarkan jenis pekerjaan atau lokasi pabrik, serikat baru ini mewakili seluruh jajaran karyawan SK Hynix, mulai dari buruh pabrik di Icheon dan Cheongju, hingga staf teknis dan perkantoran.
Target jangka pendek mereka tak main-main, yakni menggaet lebih dari 50% total tenaga kerja perusahaan agar sah menjadi serikat mayoritas dan memegang kendali penuh atas arah negosiasi dengan manajemen.
Ketegangan dengan manajemen bermula dari rencana perubahan skema bonus di internal perusahaan. Tahun lalu, SK Hynix mengalokasikan 10% dari total laba operasional sebagai bonus tunai bagi karyawan, berdasarkan perjanjian berdurasi 10 tahun. Namun untuk tahun ini, manajemen awalnya mengusulkan agar sebagian besar bonus dialihkan ke bentuk saham.
Isu bonus ini turut menarik perhatian para investor. Mereka mempertanyakan alokasi 10% laba untuk bonus karena dikhawatirkan dapat menggerus porsi dana investasi perusahaan (capex) sekaligus memperkecil imbal hasil (return) bagi pemegang saham.
Sementara itu, pesaing utamanya, Samsung Electronics, juga telah mencapai kesepakatan serupa dengan serikat pekerja terkait bonus kinerja. Samsung menyepakati alokasi 10,5% dari laba operasional divisi semikonduktor sebagai bonus pekerja dalam bentuk saham, yang dilengkapi aturan pembatasan penjualan langsung (lock-up period) untuk sebagian besar saham tersebut.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































