Jakarta -
Papua Tengah menjadi salah satu provinsi yang melahirkan generasi tangguh, pekerja keras, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Hal itu juga diperkuat melalui nasionalismenya yang menerapkan empat pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hal itulah yang disampaikan Anggota MPR RI dari Kelompok DPD Daerah Pilih (Dapil) Papua Tengah Eka Kristina Yeimo dalam pembukaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah, di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Nabire.
"Burung Cenderawasih terbang menawan, hingga sejenak di dahan ini. Selamat datang para peserta kebanggaan, dari Papua Tengah untuk Indonesia yang berprestasi," ujar Eka, Sabtu (1/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka menegaskan LCC Empat Pilar MPR RI tidak hanya sekadar lomba, namun menjadi booster dalam menumbuhkan semangat kebangsaan, dengan memahami nilai-nilai bangsa, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Eka, bukan tanpa makna Papua Tengah menjadi provinsi dengan pegunungan yang menjulang megah, danau panjang yang mempesona, lembah-lembah yang subur, serta kekayaan budaya dari berbagai suku yang hidup berdampingan dalam semangat bersaudara.
"Keindahan alam Papua Tengah mengajarkan bahwa setiap unsur memiliki peran masing-masing. Gunung, lembah, dan danau tidak saling menonjolkan diri, tetapi bersama-sama membentuk harmoni yang indah," tutur Eka.
Bercermin pada bangsa Indonesia berbeda suku, agama, bahasa, dan budaya, namun dipersatukan dengan menjaga nilai Empat Pilar MPR RI.
Terlebih menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sudah sejatinya menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa dan para pahlawan nasional yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa raganya demi tegaknya negara kesatuan.
"Papua Tengah dikenal sebagai tanah yang melahirkan generasi-generasi yang tangguh, pekerja keras, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Dari pegunungan sampai ke pesisir, masyarakat Papua Tengah mewarisi nilai keberanian, keteguhan, dan semangat gotong royong dalam membangun kebersamaan," tutur Eka.
"Nilai-nilai itulah yang menjadi modal berharga bagi generasi muda untuk terus berkarya bagi dunia," sambungnya.
Eka menegaskan para peserta dari Papua Tengah adalah pemegang tongkat estafet perjuangan Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Sebab jika para pendahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan keberanian dan pengorbanan, maka generasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, ilmu pengetahuan, inovasi, integritas, serta pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.
"Percayalah, masa depan Indonesia tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga lahir dari semangat putra-putri terbaik Papua Tengah yang mencintai persatuan, menghargai keberagaman, dan siap mengabdi bagi bangsa. Jadikan perlombaan ini sebagai tempat belajar, bukan semata-mata mengejar kemenangan," kata Eka.
"Bertandinglah dengan penuh semangat. Jangan takut salah, jangan takut kalah, yang harus ditakuti hanyalah ketika kita berhenti belajar," sambungnya.
Selain itu Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Fredi M Edowai sangat mengapresiasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang terus berkomitmen melaksanakan LCC Empat Pilar MPR RI.
"Kegiatan ini merupakan salah satu wadah yang sangat baik untuk memasyarakatkan dan menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI kepada peserta didik sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan," papar Fredi yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Papua Tengah Nurhaidah.
Fredi menuturkan tahun ini juga merupakan kedua kalinya Papua Tengah mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI, hal ini menjadi kebanggaan pihaknya terhadap Setjen MPR RI yang memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah.
"Tentunya kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, cinta Tanah Air, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat," ujar Fredi.
Terakhir, Fredi meminta kepada peserta untuk mengikuti perlombaan ini dengan jujur, sportif, percaya diri, dan penuh semangat.
Ia berpesan kepada peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar, mempererat persahabatan, serta memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Tunjukkan bahwa generasi muda Papua Tengah mampu bersaing, berprestasi, serta membawa nama baik daerah di tingkat nasional," kata Fredi.
Untuk diketahui sebanyak sembilan sekolah mengikuti ajang LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah, yakni SMAN 2 Nabire; SMAN 1 Nabire; SMAN 1 Plus KPG Nabire; SMA Kristen Anak Panah Nabire; SMKN 1 Agribisnis dan Agro Teknologi Nabire; SMKS Kristen Anak Panak Tik Nabire; SMKN 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire; SMA YPPK Adhi Luhur dan SMAN 1 Wanggar.
Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh tiga juri daerah Papua Tengah, di antaranya Kasubag Perundang-Undangan Wilayah II Papua Tengah Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah Aten Waine; Analis Hukum Ahli Pertama Biro Hukum Setda Papua Kepas Kristian Sanggenapa; serta Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Akademi Komunitas Disdikbud Provinsi Papua Tengah Ebit Rusali.
Selain itu, juga hadir Kabid Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Fredi M Edowai, diikuti Kepala Bagian (Kabag) Sekretariat Badan Sosialisasi Setjen MPR RI Adi Christianto Depparinding, beserta jajaran Setjen MPR RI lainnya.
(akn/ega)


















































