Senangnya Warga Kerja di SPPG Polri Palmerah, Anak Ikut Jadi Penerima Manfaat

4 hours ago 4

Jakarta -

Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan manfaat bagi warga sekitar. SPPG membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga yang tengah kesulitan mencari kerja.

Seperti halnya kehadiran SPPG Polri Palmerah, yang dampaknya betul-betul dirasakan langsung oleh warga sekitar Palmerah. Tidak hanya hadir untuk memenuhi gizi anak-anak, balita dan ibu hamil, SPPG Polri Palmerah juga kini menjadi tempat bagi sebagian warga untuk menghidupi keluarganya.

Salah satu warga yang memperoleh manfaat dari kehadiran SPPG Polri Palmerah adalah Wulan. Kebetulan, rumah Wulan berada di wilayah Palmerah Barat dan jaraknya tak jauh dari lokasi SPPG Polri Palmerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wulan, yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga, kini berhasil menjadi sosok ibu sekaligus istri yang bisa membantu ekonomi keluarganya.

"Banyak banget sih manfaat yang diperoleh," ujar Wulan saat berbincang bersama detikcom di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/2/2026).

Manfaat yang diperoleh Wulan tak hanya berupa penghasilan dari pekerjaan tersebut. Namun juga anak dari Wulan yang masih balita turut merasakan manfaat dari MBG yang dikelola SPPG Polri Palmerah, tempat Wulan bekerja.

"Anakku juga termasuk penerima manfaat ya, karena dia masih posyandu daerah sini gitu. Jadi merasa terbantu banget. Jadi Ibunya dapat penghasilan, anaknya dapat MBG yang diolah sama Ibunya," tutur Wulan.

Wulan menjadi salah satu relawan yang merasakan peralihan dari masa sebelum Ramadan hingga kini memasuki bulan puasa. Ia mengaku ada tantangan tersendiri saat harus bekerja sambil berpuasa.

"Menurut aku tantangannya itu kalau bulan Ramadan ini emang karena puasa aja ya. Jadi lebih... nanti kalau misalnya udah memasuki jam-jam udah selesai sahur, mungkin kayak, 'aduh haus nih'. Rasa lelahnya aja agak berasa, cuma setelah itu enjoy-enjoy aja," terang Wulan.

Tantangan lainnya yang dihadapi Wulan selaku tim pengemasan adalah harus berhati-hati dan teliti dalam mengemas makanan yang akan dibagikan kepada penerima manfaat. Sebab, pengemasan saat Ramadan menggunakan plastik sehingga harus benar-benar dipastikan rapat serta takarannya diperhatikan agar seimbang.

"Sebenarnya bedanya cuma tempatnya aja ya. Kalau pakai ompreng kan palingan kita cuma tinggal tuang-tuang aja nih. Kalau misalnya pakai plastik, ya mungkin kita.... yang penting pakai hand glove, terus masukin makanannya ke plastiknya, dan takarannya harus adil kan satu sama lain. Enggak boleh ada yang lebih, enggak boleh ada yang kurang. Yang penting cukup gitu. Betul harus ditimbang," katanya.

Relawan lainnya yang turut merasakan manfaat dari kehadiran SPPG Polri Palmerah yaitu Akrom. Dia bergabung di SPPG Polri Palmerah setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempat kerja sebelumnya.

"Sempat juga terima order di bidang makanan untuk katering. Bahkan sudah ada UMKM dari Kecamatan Palmerah, sudah ada surat izinnya, sudah sempat berjalan itu. Nah, selama, ya sudah akhirnya setelah PHK sempat apa, tidak ada kerjaan," ungkap Akrom.

Akrom menerima informasi adanya pembukaan lowongan pekerjaan di SPPG Polri Palmerah dari pihak Polsek. Dari situ, ia langsung melamar hingga akhirnya bisa ikut bergabung sebagai tim memasak di SPPG Polri Palmerah.

Relawan SPPG Polri di PalmerahRelawan SPPG Polri di Palmerah Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom

Lewat pekerjaan di SPPG Polri Palmerah ini, Akrom kembali bisa menafkahi keluarganya. Akrom mengaku senang bisa mengabdikan diri di SPPG Polri Palmerah lantaran selain memperoleh pendapatan, ia juga merasa bisa memberi manfaat bagi banyak orang lewat pekerjaan yang dikerjakan.

"Kalau manfaatnya sih minimal untuk saya pribadi, apa yang saya biasa lakukan bisa bermanfaat untuk anak-anak sekolah. Alhamdulillah untuk income untuk kita masih terbilang cukuplah," terang Akrom.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Kepala SPPG Polri Palmerah Mustaqim menyampaikan, bahwa selama bulan Ramadan, para relawan SPPG Polri Palmerah tidak akan diberikan beban kerja yang berat. Mustaqim menjelaskan, pola kerja dibuat secara efisien.

"Untuk pola kerja relawan, kami memanajemen SDM dengan sebaik mungkin. Kami tidak memberikan beban kerja yang berat seperti hari biasa, karena kami menyadari banyak juga dari relawan yang menjalankan ibadah puasa. Jadi kami melakukan produksi dengan seefisien mungkin," terang Mustaqim.

"Kami melaksanakan dengan jam kerja yang efisien, serta jam kerja yang kami majukan, sehingga mereka tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal," imbuhnya.

(kuf/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |