Amalia Zahira, CNBC Indonesia
01 January 2026 16:00
Jakarta, CNBC Indonesia - International Union for Conservation of Nature (IUCN) kembali memperbarui Red List 2025 dengan kabar yang mengkhawatirkan.
Sejumlah spesies fauna dan flora dari berbagai belahan dunia kini resmi menyandang status Extinct atau punah. Meski sebagian besar sudah lama tak terlihat di alam liar, penetapan ini dilakukan setelah proses evaluasi ilmiah dan pencarian intensif selama puluhan tahun.
Mamalia
Christmas Island shrew (Crocidura trichura), mamalia kecil endemik Pulau Christmas, Australia, resmi dinyatakan punah setelah terakhir kali tercatat pada 1985. Spesies ini diduga lenyap akibat penyakit dan tekanan dari spesies invasif.
Foto: Western Australian Museum
Christmas Island shrew
Selain itu, tiga spesies bandicoot Australia juga masuk dalam daftar kepunahan, yakni Marl bandicoot (Perameles myosuros) yang terakhir dikoleksi pada 1907, Southeastern striped bandicoot (Perameles notina) yang diperkirakan punah pada akhir abad ke-19, serta Nullarbor barred bandicoot (Perameles papillon) yang terakhir tercatat pada 1920-an. Hilangnya habitat alami dan penyebaran kucing liar disebut sebagai faktor utama kepunahan kelompok ini.
Aves (Burung)
Dari kelompok burung, slender-billed curlew (Numenius tenuirostris) resmi dinyatakan punah. Burung air migran ini terakhir kali terlihat pada 1995.
Meski pencarian dilakukan lintas wilayah selama bertahun-tahun, tidak ada lagi individu yang ditemukan, menandai berakhirnya eksistensi salah satu burung migran langka dunia.
Foto: RSPB
Slender-billed Curlew,
Flora
Kepunahan juga terjadi pada dunia tumbuhan. Diospyros angulata, pohon besar endemik Mauritius, kini hanya diketahui dari koleksi herbarium abad ke-19 dan tidak lagi ditemukan baik di alam liar maupun dalam budidaya. Kepunahan spesies ini disebabkan oleh masifnya eksploitasi kayu di masa kolonial dan pembukaan hutan dataran tinggi untuk perkebunan.
Foto: inaturalist.org
Diospyros angulata
Sementara itu, Delissea sinuata, tanaman endemik Pulau Oʻahu, Hawai'i, terakhir terlihat pada 1937 sebelum akhirnya ditetapkan punah pada 2025. Tanaman ini merupakan tanaman endemik yang berevolusi dalam isolasi yang tidak memiliki pertahanan alami terhadap spesies invasif.
Moluska
Dari kelompok moluska, Conus lugubris, siput kerucut asal Kepulauan Cape Verde, turut masuk dalam daftar. Spesies ini terakhir diamati pada 1987 dan diyakini punah akibat rusaknya habitat pesisir yang tertekan oleh pembangunan intensif.
Berikut daftar flora dan fauna yang punah di 2025:
IUCN menegaskan bahwa banyak spesies dalam daftar ini sejatinya telah lama menghilang, namun baru pada 2025 status Extinct atau Punah dapat dipastikan secara ilmiah. Daftar ini menjadi peringatan serius bahwa tanpa upaya konservasi yang lebih kuat, laju kepunahan global berpotensi semakin cepat.
(mae/mae)


















































